oleh

Hukum Vaksin Saat Puasa, Begini Penjelasannya

Jabarekspres.com – Pemerintah tahun ini memperbolehkan masyarakat untuk mudik dengan syarat telah melaksanakan vaksinasi Covid-19. Namun bagaimana hukum vaksin saat puasa?

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum vaksin saat puasa menyatakan tidak akan membatalkan puasa.

Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa. Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar),” kata Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, dikutip dari laman resmi MUI, Senin (11/4).

Baca Juga:  Masuki PPKM Level 1, Dinkes Bandung Tetap Konsisten Gencarkan Vaksinasi

Selain itu, dilansir dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan hal yang sama, bahwa suntik vaksin saat puasa tidak akan membatalkan.

Pendapat tersebut berdasarkan pada kitab Minhajul Qawim yang berbunyi:

“Puasa menjadi batal karena memasukkan sesuatu ke dalam rongga dalam tubuh dengan syarat masuk ke dalamnya melalui rongga luar terbuka sebagaimana yang telah tetap. Dari sana tidak masalah serapan pori-pori atau lubang luar tubuh atas minyak, celak dan sisa air basuhan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.