Barubereum, Destinasi Wisata Alam Pilihan Pendaki Menuju Puncak Manglayang

BANDUNG – Destinasi wisata alam sepertinya masih menjadi pilihan untuk mengisi momen libur akhir pekan. Satu diantara banyaknya objek wisata alternatif yang ramai didatangi pengunjung yaitu Barubereum.

Barubereum merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Manglayang yang paling populer, beralamat di Ciloa, Sindangsari, Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Bagi kalian yang memiliki hobi mendaki gunung, Barubereum termasuk jalur yang lumayan menguras tenaga, dibanding jalur Batu Kuda atau Palintang.

Menuju Barubereum memiliki dua pilihan jalan , yang pertama melalui Kiara Payung yang kedua melalui Cikuda Jatinangor.

Mulai dari akses jalan menuju basecamp yang penuh bebatuan sejauh kuranng lebih satu kilo meter, hingga jalur pendakian yang memiliki kemiringan hingga 70 derajat

Sampai di puncak jangan berharap ada jalur landai apalagi bonus. Jurang sepanjang lajur pendakian, jalur licin jika tanah basah apalagi hujan dan banyak akar besar serta pohon tumbang.

Membayangkan proses pendakiannya saja tentu sangat melelahkan, tapi tidak perlu khawatir, Kalian masih bisa menikmati camp ground Barubereum yang memiliki aliran sungai kecil nan Indah.

Hamparan rumput hijau bak karpet yang sangat luas sangat memanjakan mata.

Rombongan anak muda yang ingin menikmati suasana alam yang asri dan jauh dari kebisingan kota, kerap memenuhi camp ground Barubereum.

Meskipun dalam suasana ramadhan, tidak menyurutkan para wisatawan datang untuk kemping atau hanya sekedar piknik sembari menikmati keindahan alam.

“Biasanya weekday ada sekitar 30-50 pengunjung, kalau weekend bisa sampe 200. Gak jarang juga ada rombongan gathering, biasanya dari universitas,” ucap Dana, tim pengelolaan Barubereum saat ditemui di tempat registrasi Barubereum, Minggu (10/4).

Biaya registrasi untuk kemping di Barubereum atau mendaki ke Gunung Manglayang sangat murah yaitu, Rp. 5 ribu rupiah dan biaya parkir Rp. 5 ribu per motor.

“Hasil dari registrasi itu digunakan untuk mengurus fasilitas di basecamp dan camp ground,” ujarnya.

Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, mulai dari toilet yang bersih dengan sumber air langsung dari gunung Manglayang.

Mushola yang luas, warung yang menyediakan banyak makanan dan ada juga tempat penyewaan alat mendaki gunung, mulai dari tenda, nesting, kompor, gas, treking pol dan masih banyak lagi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan