Yayasan Widyatama Memanas, Pejabat Tinggi Mengundurkan Diri

Editor:

Sumber tersebut mengatakan, pihak kepolisian telah menginformasikan kebenaran adanya pemberitahuan terkait pasukan anti huru hara untuk menghalau demo dari keluarga ahli waris yang tanahnya dikuasai Yayasan Widyatama. Yang tak kalah menarik, ada sejumlah dosen di UTama yang menilai suasana kampus tak kondusif lantaran kepemimpinan baru di Yayasan Widyatama arogan, sehingga banyak pejabat di UTama memilih mundur. “Mereka membandingkan kepemimpinan Yayasan Widyatama di bawah Djoko Roespinoedji yang selama ini dikenal sangat dekat dengan staf dan begitu humanis. Berbeda dengan kepemimpinan yayasan di bawah adiknya (Roeshartono), terbukti banyak pejabat mundur,” kata sumber tersebut.

Dosen Menggugat secara Hukum Yayasan Widyatama

Salah seorang dosen tetap Program Studi Manajemen S1, Fakultas Ekonomi, di Universitas Widyatama (UTama) Bandung, Tita Borshalina menggugat Yayasan Widyatama setelah mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tita sendiri telah menjadi dosen di UTama sekira delapan tahun lamanya. Namun belakangan, Tita diketahui hanya menerima gaji di bawah Upah Minimum (UMK) Bandung, yang tentunya melanggar pasal 23 ayat 3 PP 36/2021.

Berdasarkan surat somasi yang dihimpun, upah di bawah UMK yang dibayarkan pihak kampus disinyalir adalah upaya oknum agar Tita tidak betah dan pada akhirnya memilih untuk keluar dari UTama. Pada akhir 2021, persoalan lainnya muncul ketika pihak Rektorat UTama mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan 3 untuk Tita karena dituding tidak mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di semester ganjil 2019/2020, semester ganjil 2020/2021 dan semester genap 2020/2021.

Dampak dari SP yang dikeluarkan Rektorat UTama, kini Tita tidak bisa mengakses ke portal kepegawaian. Pada 24 Maret 2022, Law Office Atmadja Siregar Krisnomo, akhirnya mengundang Ketua Yayasan Widyatama mengklarifikasi mengenai hak Tita selama menjadi dosen tetap, dan hal yang dituduhkan kepada karena dirasa mengada-ada dan tidak ada bukti. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *