Ini Bahaya Paparan Merkuri bagi Manusia

Ilustrasi: kosmetik yang mengandung merkuri. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Ilustrasi: kosmetik yang mengandung merkuri. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
0 Komentar

Jabarekspres.com Merkuri merupakan bahan kimia yang berbahaya bila salah menggunakannya. Bahan ini banyak digunakan dalam industri pertambangan, pertanian, kosmetik, peralatan listrik serta industri medis.

Pencemaran merkuri mudah menyebar lewat udara, tanah, dan air. Paparan merkuri yang tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan, seperti yang bersifat korosif ke kulit secara langsung, kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal.

Selain itu, paparan merkuri juga berisiko pada gangguan otak, jantung, paru-paru, sistem kekebalan tubuh, gangguan janin, dan fungsi reproduksi perempuan.

Baca Juga:Ini Dia Penyebab Herry Wirawan Akhirnnya dijatuhkan Hukuman MatiBegini Ciri-Ciri Jalur Tengkorak Seperti di Jalur Pantura Cirebon

Untuk itu edukasi tentang bahaya penggunaan merkuri perlu ditingkatkan guna menurunkan risiko dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Edukasi bahaya merkuri juga menjadi salah satu tugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Salah satu perusahaan pengolah limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) pun memberikan dukungan atas hal tersebut.

“Perlu tindaklanjut serius dalam penguatan edukasi ke publik terkait bahaya merkuri tersebut,” ujar Manager Humas PPLI Arum Tri Pusposari dalam keteranganya, Minggu (3/4).

Selain edukasi mengenai bahaya merkuri, publik juga perlu mengetahui bagaimana memperlakukan limbah tersebut. Masyarakat perlu tahu bahwa selama ini hidup berdampingan dengan bahan kimia tersebut.

“Perlu disadari kita hidup dan tinggal dengan dikelilingi merkuri, seperti penggunaan lampu TL, termometer air raksa, tensimeter, amalgam gigi, baterai, lampu bertekanan tinggi, dan kosmetik ilegal,” katanya.

Karena tingginya bahaya dan risiko dari penggunaan merkuri, pihaknya mendukung pemerintah Indonesia untuk menggencarkan edukasi terkait merkuri tersebut. Selama ini, pihaknya juga terlibat dalam upaya mengolah limbah merkuri.

Baca Juga:Daftar Negara dengan Waktu Puasa Terlama, Indonesia Termasuk?Jangan Dibiarkan! Ini Ciri-ciri Sahabat Toxic

Untuk proses pengolahan merkuri yang berada di lampu TL, teknologi yang digunakan adalah bulb eater. Alat ini merupakan sebuah sistem tertutup yang mampu menghancurkan lampu TL sekaligus mengisolasi debu dan uap merkuri di dalamnya.

“Uap merkuri tersebut kemudian diserap dengan karbon aktif dan filter HEPA. Selanjutnya pecahan lampu serta karbon aktif dan filter HEPA yang telah jenuh diolah melalui proses stabilisasi atau enkapsulasi dan ditimbun secara aman ke dalam landfill (lahan timbus),” tutur dia.

0 Komentar