Mengenal Kepercayaan & Ajaran Sunda Wiwitan

Jabarekspres.com – Sunda Wiwitan merupakan salah satu kepercayaan nenek moyang nusantara yang masih bertahan hingga sekarang.

Para Karuhun Sunda mewariskan kepercayaan Sunda Wiwitan secara turun temurun sehingga membuatnya masih bisa bertahan di sebagian wilayah Jawa Barat.

Penganut Sunda Wiwitan dapat ditemukan di beberapa desa di provinsi Banten dan Jawa Barat, seperti di Kanekes, Lebak, Banten. Menurut penganutnya, Sunda Wiwitan merupakan kepercayaan yang dianut sejak lama oleh orang Sunda sebelum datangnya ajaran Hindu dan Islam, dilansir dari Wikipedia.

Sunda Wiwitan yang dalam Carita Parahyangan disebut “Jatisunda” itu memuat ajaran yang menekankan tentang pentingnya laku hidup sesuai tuntunan moral dan menjunjung tinggi budi pakerti. Kita bisa mengetahui ajaran tersebut dalam kitab Sanghyang Siksa Kandang Karesian.

Selain itu, melansir Koropak.co.id, prinsip dari ajaran Sunda Wiwitan ialah konsep monotheisme kuno. Artinya, para penganut ajaran tersebut memercayai suatu “Pengatur” tertinggi yang disebut sebagai Sang Hyang Kersa atau Gusti Sikang Sawiji-wiji (Tuhan Yang Maha Tunggal).

Ada yang menarik mengenai ajaran ini dalam pengakuan para kokolot (tetua) kampung Cikeusik. Mereka menyebut bahwa orang-orang Kanekes zaman dulu bukanlah penganut Hindu atau Buddha, melainkan penganut animisme.

Jika memang itu benar, maka ajaran Sunda Wiwitan ini sangatlah purba. Artinya, jauh sebelum agama Islam datang, bahkan sebelum Hindu dan Buddha tiba, orang-orang yang berada di beberapa wilayah Jawa Barat atau Banten sudah menganut pandangan hidup atau Weltanschauung yang bernama Sunda Wiwitan.

Kepercayaan Sunda Wiwitan

Animisme yang sering dalam ajaran kepercayaan tersebut tentu tidak bisa dipahami secara harfiah.

Dalam pengertian sederhananya, animisme itu sendiri adalah suatu ajaran yang memercayai bahwa ada roh-roh yang bersemayam dalam benda-benda atau kawasan-kawasan tertentu. Ia juga sering dilekatkan dengan suatu aliran relijius yang percaya bahwa alam semesta ini merupakan pengejawantahan Tuhan, ialah panteisme.

Namun, dalam sistem kepercayaan Sunda Wiwitan, animisme mempunyai pemahamannya tersendiri. Ia bukan sekadar sikap relijius yang percaya bahwa ada roh bersemayam, katakanlah, di dalam pohon atau gua-gua.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan