Disperindag Jabar Targetkan Produk Kerajinan pada Ajang Inacraft 2022 Catat Transaksi Rp 145 Miliar

BANDUNG – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag Jabar) Iendra Sofyan mengatakan dalam ajang Inacraft 2022 yang akan berlangsung di Jakarta Covention Center pihaknya menargetan terjadi trasaksi yang mendekati pada 2019.

Target total transaksi ekonomi pada Inacraft 2019 lalu mencapai Rp145 miliar dengan kontrak dagang sebesar 12,98 juta US dollar.

Target ini sangat relevan mengingat kondisi saat ini masih terjadi pandemi dan kondisi perekonmian juga belum begitu pulih.

“Tentunya dengan kondisi sekarang meskipun hybrid semoga target transaksi itu bisa sama dengan tahun 2019 atau paling tidak mendekati,” ujarnya.

Selain itu, Pada ajang Inacraft 2022 ini nantinya hanya akan dihadiri 50 persen dari total kunjungan Inacraft 2019 yaitu 173 ribu orang.

Hal ini mengingat Jakarta kini sedang menerapkan PPKM level dua di mana pengunjung yang datang harus menunjukkan bukti minimal vaksinasi lengkap (dua dosis).

“Kalau belajar dari tahun 2019 sebelum pandemi ada 173 ribu pengunjung, harapannya tahun ini tidak terlalu jauh meskipun panitia menargetkan paling tidak 50 persennya,’’kata dia.

Jakarta saat ini sedang mejalankan  PPKM level 2. Sehingga harapannya masyarakat bisa melihat ajang Inacraf 2022 di JCC.

Lendra mengatakan, berbagai produk erajinan unggulan dari berbagai daerah di Jawa Barat nantinya akan ditampilan pada ajang lomba ini.

Inacraft 2022 akan kental nuansa kejawabaratan. Mulai dari logo, dekorasi, tarian selamat datang, hingga seragam kepanitiaan.

Sebanyak 14 boot dari kabupaten/ kota di Jabar juga akan mengisi diluar paviliun utama.

Sementara produk unggulan Jabar yang ditampilkan pada Inacraft 2022 meliputi feseyen , kriya, dekorasi rumah, aksesori, kuliner hingga produk dari material tanah liat yang saat ini sedang didorong oleh Unesco.

‘’Ini menunjukkan Jabar sangat kaya akan produk kerajinan sehingga tak heran dijadikan ikon Inacraft 2022,’’ujar Lendra.

Selain itu, ada enam material produk yang didorong Unesco yang akan kita tampikan semuanya supaya masyarakat memahami bahwa Jabar ini memiliki semua kebutuhan penyediaan kerajinan untuk Indonesia.

Ajang pameran Inacraft 2020 ini juga akan melibatkan UMKM Jabar yang telah berhasil menembus pasar Internasional.

‘’Inacraft 2022 merupakan momen penting untuk mengangkat produk Jabar dan 33 provinsi lainnya ke pasar internasional,’’pungkasnya. (red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan