Fenomena Crazy Rich dengan Investasi Bodongnya, Begini Kata Pengamat

JAKARTA – Fenomena munculnya para crazy rich yang terlibat kasus penipuan berkedok investasi online menghebohkan masyarakat.

Seperti contohnya, oknum berjulukan crazy rich yang terlibat adalah Indra Kenz dan Doni Salmanan yang melakukan investasi bodong melalui platform Binary Option untuk menjerat korbannya.

Mengenai hal tersebut, Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan bahwa fenomena ini akan terus berlanjut.

Faktornya adalah sifat dasar manusia yang memiliki keinginan untuk cepat untung dari usaha yang minim.

“Iya terus lah, selama manusia itu masih ada, pasti akan terus berlangsung,” jelas Devie kepada JawaPos dikutip, Selasa (15/3).

Untuk dapat terbebas dari kejahatan siber itu, ia mengingatkan bahwa tidak ada kesuksesan yang instan, semua perlu kerja keras. Menurutnya, apabila terdapat pihak yang menawarkan kesuksesan dengan aksi minim, potensi kebohongan itu sangat besar.

“Ketika ada janji keuntungan yang bisa diperoleh tanpa berkeringat, itu kemungkinan besar adalah kebohongan, tidak mungkin ada sebuah kenyamanan tanpa kesulitan,” kata dia.

Oleh karena itu, dirinya sangat mengapresiasi aparat petugas yang telah mengambil tindakan cepat dalam mengantisipasi makin banyaknya korban investasi abal-abal ini. Ditegaskan olehnya bahwa mereka yang telah melakukan aktivitas kriminal tidak akan lolos dari jeratan hukum.

“Makanya kita apresiasi aparat yang cepat menangkap untuk memberikan sinyal pada penipu, jangan pikir bisa lolos dari aksi kejahatan anda. Aparat sudah sigap memproses sebagai sinyal bagi siapapun para penipu, hati-hati bahwa suatu hari akan ketahuan,” ucapnya.

Kepada masyarakat, ia berharap tidak ragu melapor apabila memiliki indikasi adanya investasi bodong. Hal tersebut akan membantu tugas aparat untuk melakukan penelusuran atas laporan yang ada.

“Laporan anda akan menyelamatkan diri anda dan orang lain. Kan tidak mungkin aparat bersemedi tiba-tiba tau ada penjahat, makanya perlu ada bukti untuk ditelusuri,” tandas dia. (jawapos-red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan