Banyak yang Belum Sadar Bahaya Kejahatan Siber

Ilustrasi kejahatan siber. (Pixabay)
Ilustrasi kejahatan siber. (Pixabay)
0 Komentar

Sayangnya, studi International Information System Security Certification Consortium tahun 2021 menyebutkan ada 2,72 juta kesenjangan tenaga profesional keamanan siber di seluruh dunia dengan 52 persen di antaranya terdapat di kawasan Asia Pasifik. Studi ini juga menyoroti sedikitnya tenaga kerja perempuan di bidang keamanan siber yang diperkirakan hanya 25 persen secara global.

Nico Kiroyan, Executive Director Prestasi Junior mengungkapkan, riset tersebut memberikan aspirasi baru bagi perempuan bahwa mereka memiliki banyak kesempatan untuk mengisi kesenjangan di dunia kerja keamanan siber.

“Oleh karena itu, program ini akan memfasilitasi para pelajar untuk mengenali seluk beluk kebutuhan industri keamanan siber di masa depan serta mengeksplorasi dan mengembangkan keterampilan dasar yang dibutuhkan sejak sekolah,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga:Anak Alami Speech Disorder? Ini PenyebabnyaePaper Jabar Ekspres Edisi Kamis, 10 Maret 2022

Sementara itu, Nina Wirahadikusumah, Business Strategy Director Microsoft Indonesia menilai, percepatan transformasi digital sangat perlu diawali dengan kepercayaan di bidang keamanan siber.

Menurutnya, tidak ada perusahaan ataupun negara yang dapat memenangkan pertempuran keamanan siber ini seorang diri. Karena itu, kolaborasi lintas organisasi dan sektor memainkan peranan penting.

“Melalui Women in Cybersecurity, kami berharap dapat memperkuat ekosistem digital yang mampu mendukung keamanan siber, dengan memerhatikan inklusivitas dan keberagaman,” tandasnya. (jawapos)

0 Komentar