Ratusan Pengungsi di Pasaman Barat Derita ISPA

PASAMAN BARAT – Kondisi penggungsian korban gempa di Pasaman Barat yang masih berada di tenda-tenda darurat cukup memprihatinkan. Ratusan pengungsi dikabarkan menderita berbagai penyakit, salah satunya yang terbanyak adalah ISPA.

Ditambah kondisi cuaca yang ekstrem dengan pergantian suhu yang tidak menentu karena sedang dalam masa pancaroba membuat udara semakin tidak bersahabat dengan para pengungsi.

Hal ini menjadi salah-satu faktor, kondisi kesehatan warga di pengungsian mengalami penurunan.

Selain permasalahan ketercukupan logistik makanan, dan air bersih warga juga mulai djangkiti berbagi penyakit.

Dari data Dinas Kesehatan Pasaman Barat, diketahui bahwa penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang paling banyak dikeluhkan para pengungsi gempa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pasaman Gina Alecia mengatakan sampai Jumat (4/3) malam WIB penyakit paling banyak dikeluhkan adalah ISPA.

Total keluhan ini mencapai 334 kasus hingga Jumat (4/3).

“Keluhan ISPA sampai Jumat (4/3) malam WIB sudah 334 kasus,” kata Gina.

Kondisi ini terjadi karena infeksi di saluran pernapasan. Penyakit ini ditandai dengan gejala batuk, pilek, dan demam.

Selain penyakit tersebut, masyarakat di Simpang Timbo Abu, Kecamatan Talamau, juga banyak yang mengeluhkan adanya penyakit gatal. Setiap harinya sekitar 10 orang mengeluhkan penyakit gatal ini.

Obat-obatan di pos kesehatan masih cukup untuk mengobati penyakit gatal tersebut. (jpnn/rit)

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan