Perang Rusia Vs Ukraina Akan Berdampak ke Seluruh Dunia, Begini Penjelasanya

Jabarekspres.com – Perang yang sedang terjadi antara Rusia dengan Ukraina akan berisiko berdampak besar ke seluruh dunia.

Hal itu dijelaskan oleh peneliti Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM Yogyakarta, Treviliana Eka Putri mengatakan, perang antara Rusia dan Ukraina berisiko mengancam keamanan siber secara global.

Menurut pendapatnya, peretasan yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina dapat merembet ke negara-negara sekitarnya, bahkan hingga ke seluruh dunia.

“Hal tersebut didorong oleh keadaan dunia digital yang semakin borderless (tanpa batas),” kata Treviliana di Yogyakarta, dikutip dari Jpnn.

Meskipun Rusia tidak pernah menyatakan melakukan “operasi gelap” di dunia maya, namun risiko ancaman siber tetap ada.

Selain itu, sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Jepang telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Melihat keputusan tersebut, ada kemungkinan bagi Rusia untuk menargetkan serangannya terhadap negara-negara pemberi sanksi maupun industri sektor privat dari negara tersebut.

Treviliana mengutarakan, risiko ancaman siber merupakan satu hal yang patut diwaspadai, meskipun dampaknya tidak terlalu terlihat.

Ancaman siber juga akan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit dan berakibat terhadap terganggunya integrasi sosial yang ada di dalam masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus memberikan perhatian terhadap isu keamanan siber ini.

“Hal ini patut menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, yang hingga kini masih kerap berhadapan dengan isu keamanan siber, baik dalam hal infrastruktur keamanan siber maupun persebaran disinformasi dan hoaks di dalam ruang digital,” ucapnya.

Selain itu ancaman disinformasi terkait konflik yang terjadi di Ukraina juga harus diwaspadai, karena telah tersebar di media sosial secara masif.

“Ancaman disinformasi ini juga merupakan salah satu hal yang perlu kita waspadai. Dengan banyaknya volume informasi yang kita peroleh melalui media sosial terutama, diperlukan kemampuan cek fakta yang baik untuk mem-filter informasi yang kita terima,” ungkapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan