Perdana! Bali Gelar Pawai Ogoh-ogoh Malam Pengerupukan Saat Pandemi, Begini Suasana Jelang Pawai

Ogoh-ogoh karya salah satu banjar di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, jadi tontonan warga sepanjang petang tadi. (Sentot Prayogi/JPNN.com)
Ogoh-ogoh karya salah satu banjar di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, jadi tontonan warga sepanjang petang tadi. (Sentot Prayogi/JPNN.com)
0 Komentar

DENPASAR – Akhirnya! Kerinduan umat Hindu di Bali untuk menggelar pawai ogoh-ogoh terbayarkan pada Hari Suci Nyepi di tahun ini.

Pasalnya setelah dua tahun menghadapi pandemi perayaan Hari Suci Nyepi tanpa menggelar pawai ogoh-ogoh.

Sesuai tradisi rangkaian Hari Suci Nyepi, malam sebelum Catur Brata Nyepi merupakan Malam Pengerupukan Ogoh-ogoh.

Baca Juga:Kemenag Cianjur Didemo, Massa Tuntut Menag Yaqut DicopotIndonesia Mau Ikut AS Embargo Rusia? Siap-siap Hadapi Tiongkok

Hari Raya Nyepi 1944 Tahun Caka yang jatuh pada Kamis (3/3) besok merupakan kali pertama Pengerupukan Ogoh-ogoh digelar sejak pandemi Covid-19 melanda.

Pantauan di sejumlah ruas jalan di Kota Denpasar, terlihat padat merayap sejak pukul 14.00 WITA.

Arus lalu-lintas yang padat lantaran sebagian besar ogoh-ogoh warga mulai dikeluarkan dari masing-masing bale banjar.

Seperti yang tampak dalam pantauan di sepanjang ruas Jalan Sidakarya, Jalan Raya Sesetan, Jalan Pulau Saelus, Jalan Pulau Kawe dan Pulau Bungin, Kecamatan Denpasar Selatan.

Ogoh-ogoh tersebut ditempatkan di tepi jalan, siap untuk diarak malam nanti. Kondisi ini mengundang minat warga untuk melihat-lihat dan mengambil foto maupun video.

Berdasar data yang dihimpun dari Polsek Denpasar Selatan (Densel), total sebanyak 53 ogoh-ogoh se-Kecamatan Densel yang akan diarak malam ini.

Dari seluruh desa dan kelurahan se-Kecamatan Densel, tercatat ada tiga desa yang meniadakan ogoh-ogoh, yakni Desa Sanur Kaja, Kelurahan Renon, dan Kelurahan Serangan.

Baca Juga:Empat Korban Longsor di Pasaman Belum Ditemukan, Polisi Kerahkan Anjing PelacakKakak Bunuh Adik Setelah Ditelepon Ibu, Begini Kronologinya

“Berdasar data yang kami kantongi sementara ada 53 ogoh-ogoh, ada tiga desa dan kelurahan yang tidak membuat ogoh-ogoh,” ungkap Kapolsek Densel Kompol Gede Sudyatmaja.

Sejak pagi tadi, pihaknya sendiri sudah menggelar apel pasukan penuh dari semua personel Polsek Densel.

“Kami mengingatkan anggota agar mengamankan Pengerupukan Ogoh-ogoh malam nanti, sekaligus memastikan protokol kesehatan tetap terjaga,” imbaunya. (jpnn/ran)

0 Komentar