Wagub Jabar Turun Tangan Soal Perpeloncoan di SMAN 1 Ciamis

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta kepada orang tua dari siswa SMAN 1 Ciamis korban dugaan perpeloncoan yang berujung penganiayaan untuk tidak melanjutkan kasus ke ranah hukum.

Uu mengatakan saat ini ada beberapa orang tua siswa SMAN 1 Ciamis yang melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Uu mengaku sudah mendatangi orang tua SMAN 1 Ciamis tersebut agar kasus diselesaikan secara kekeluargaan.

“Harapan kami minta kepada para orang tua untuk tidak masuk ke ranah hukum” kata Uu di Kota Bekasi, Senin (17/1).

“Saya sampaikan saat datang ke rumah mereka dan meminta tolong bisa diselesaikan di internal (kekeluargaan, red),” tambahnya.

Menurutnya, jika kasus dilanjutkan ke ranah hukum itu bisa menimbulkan trauma kepada para korban.

“Adapun lebih baik kami selesaikan secara kekeluargaan dan insya Allah pihak sekolah tidak akan lagi memberikan kebebasan kepada siswa seperti itu (melaksanakan kegiatan di luar sekolah),” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan kasus dugaan perpeloncoan yang berujung penganiayaan terhadap belasan anggota pramuka di SMAN 1 Ciamis telah diusut oleh Polres Ciamis.

Pihaknya mengatakan polisi mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mulai dari korban hingga pihak sekolah atau cabang satuan pendidikan.

Selain itu, ada tiga orang yang dilaporkan akibat adanya kasus tersebut.

Tercatat ada sebanyak 18 korban akibat insiden perpeloncoan yang bernama “Lingkaran Setan”.

“18 siswa junior tersebut menderita luka-luka dan lebam,” kata Ibrahim di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/1). (jpnn/ran)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan