JAKARTA – Twitter pada Minggu (2/1) mengumumkan telah menangguhkan akun pribadi milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, secara permanen karena melanggar kebijakan tentang informasi yang salah terkait COVID-19. Sebelumnya, Twitter telah menangguhkan sementara akun Greene @mtgreenee yang mengunggah cuitan menyesatkan tentang COVID-19, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin.
Setidaknya, ada dua anggota DPR AS dari Partai Republik lainnya yang akunnya juga ditangguhkan sementara oleh Twitter, yaitu Jim Banks dan Barry Moore. Sementara Greene kini menjadi anggota DPR AS pertama yang akun Twitter-nya ditangguhkan secara permanen.
Dalam sebuah pernyataan, Greene mengecam langkah Twitter yang menutup akunnya secara permanen. Greene mengatakan, akun Twitter-nya ditangguhkan setelah dia membuat cuitan statistik dari Vaccine Adverse Event Reporting System, yang merupakan database pemerintah yang mencakup data mentah dan belum diverifikasi.
Baca Juga:Penyebar Video Mesum di Belakang Mobil Sudah DitangkapGeng Motor Ini Kerap Bawa Bendera Inggris Saat Tawuran
“Twitter adalah musuh Amerika dan tidak bisa menangani kebenaran. Tidak apa-apa, saya akan menunjukkan kepada Amerika bahwa kita tidak membutuhkan mereka dan inilah saatnya untuk mengalahkan musuh kita,” ujar Greene.
Twitter sebelumnya telah menangguhkan akun pribadi Greene untuk periode mulai dari 12 jam hingga seminggu penuh. Penangguhan berlaku untuk akun pribadi Greene, yaitu @mtgreenee, dan tidak memengaruhi akun Twitter resminya, yaitu @RepMTG.
Pada Juli, Twitter menangguhkan akun pribadi Greene selama seminggu setelah Presiden AS Joe Biden mendesak perusahaan teknologi untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap klaim vaksin palsu yang dapat membunuh orang. Twitter telah berupaya untuk menghapus informasi palsu mengenai Covid-19 yang beredar di platformnya. Twitter telah menghapus ribuan cuitan dan menangguhkan jutaan akun di seluruh dunia, yang terkait dengan penyebaran hoaks seputar Covid-19.
Meski akun pribadinya ditangguhkan, akun resmi Green yaitu @ReptMTG tetap aktif di Twitter dan memiliki 390 ribu pengikut.
Greene telah mendapatkan banyak kecaman karena komentarnya tentang pandemi. Pada Juni, dia meminta maaf telah membandingkan persyaratan masker COVID-19 dan vaksinasi dengan Holocaust yang menewaskan 6 juta orang Yahudi. (antara-red)
