BINTAN – Benda mirip tank yang ditemukan nelayan di perairan Pulau Buruan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), di tengah diselidiki oleh TNI Angkatan Laut.
“Secara fisik memang mirip tank,” kata Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Tjahja Setiawan.
Dari hasil pemeriksaan secara manual, kata dia, benda berwarna oranye itu terbuat dari bahan logam setebal 0,2 sentimeter.
Baca Juga:Peternak Senang Harga Telur Naik Menjelang Tahun BaruPerawat RSUD Kota Bekasi Lecehkan Keluarga Pasien, Pelaku Belum Diamankan Polisi
Di bagian kiri dan kanannya terdapat styrofoam yang membuat benda itu bisa terapung di atas permukaan air laut.
Sejauh ini, pihaknya juga belum menemukan asal peralatan dari benda tersebut, termasuk peruntukan dan usulnya.
Danlantamal menegaskan bahwa benda terkait belum dapat diidentifikasi sebagai benda apa pun sampai dengan penyelidikan TNI AL selesai.
“Penyelidikan sedang berlangsung,” ujar Danlantamal.
Danlantamal menduga benda mirip tank itu sama dengan yang ditemukan di perairan Kabupaten Natuna sebelumnya.
Benda tersebut diperkirakan hanyut terbawa arus hingga ke perairan Pulau Bintan, dan berada di dekat Posmat AL Kijang.
“Sejauh ini, kami hanya menemukan satu benda itu saja,” ucap Danlantamal IV.
Ditempat lain, Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV Mayor Marinir Saul Jamlaay mengungkapkan, Petugas sudah berhasil menyelidiki kepemilikan benda tersebut. Benda mirip Tank adalah milik perusahaan migas yang melakukan pengeboran di Laut Natuna.
Baca Juga:Pembebasan Lahan Proyek Tol Cisumdawu Diduga Ada Intimidasi!Umuh Bakal Beri Bonus Pemain Persib Jika Menang Maksimal di Laga Awal
Namun pihak perusahaan terkait belum memberikan tanggapan terkait asetnya yang hanyut di Laut Natuna. Saat ini, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Lantamal) IV Tanjungpinang telah membawa benda tersebut.
Kadispen Lantamal IV Mayor Marinir Saul Jamlaay menjelaskan, benda itu diduga milik Star Energy dari rig blok kakap. Perusahaan itu sedang mengebor di Laut Natuna.
“Pihak perusahaan sudah mengakui hal itu. Benda itu hanyut sendiri,” kata Saul Jamlaay. (fin/rit)
