Penularan Omicron Super Cepat, Dalam Sepekan Naik 50 ribuan Kasus Di Dunia

Ilustrasi varian Omicron. (Pixabay)
Ilustrasi varian Omicron. (Pixabay)
0 Komentar

Kasus aktif dan perawatan di rumah sakit Jawa Bali juga masih menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, pemerintah tetap mempersiapkan langkah-langkah antisipasi. Dengan mendasarkan pada perubahan jumlah kasus harian, tingkat perawatan RS, dan tingkat kematian.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kasus Omicron bergerak sangat cepat. Dia mencontohkan, pada dua pekan lalu ada 7.900 kasus Omicron di dunia. Lalu seminggu setelahnya sudah ada 62 ribu kasus. Sementara negara juga bertambah dari 72 negara jadi 97 negara dalam jarak seminggu.

”Ranking berubah dari yang terbanyak awalnya Afrika Selatan lalu sekarang Inggris,” tuturnya.

Baca Juga:Tega, Ayah Tiri Siksa Balita, Disundut Rokok dan DigigitDigosipkan Dekat Dengan Kevin Sanjaya, Ini Sosok Valencia Tanoesoedibjo

Dia menyatakan bahwa saat ini ada pergeseran populasi yang mengalami penularan Omicron. Yang sebelumnya ada di wilayah Afrika, kini bergeser ke Eropa.

Sementara di Indonesia, kasus Omicron dibawa oleh seorang WNI perempuan dari Nigeria yang datang 27 November lalu. Ini yang kemungkinan menulari petugas kebersihan Wisma Atlet Kemayoran. Lalu ada dua orang WNI pria yang pulang dari Amerika dan Inggris.

”Kasus di Indonesia merupakan imported case,” ungkap Budi. Dia merasa beruntung kasus di Indonesia bisa ditemukan di tempat karantina.

Budi menekankan bahwa hal ini menjadi bukti bahwa pentingnya karantina setelah dari luar negeri. Sehingga jika ada kasus impor dapat terdeteksi dan ditangani di dalam tempat karantina.

Lalu dalam sepekan terakhir, Budi mengamati ada peningkatan jumlah kedatangan luar negeri melalui laut dan darat. Dua tempat ini memiliki positivity rate tinggi.

”Maka akan kami perkuat surveilan di pintu masuk itu,” ujarnya. Selain dengan genome sequencing, Kemenkes juga akan menggunakan tes PCR menggunakan metode S-gene target failure (SGTF).

Metode ini dinilai paling efektif untuk melihat potensi omicron dengan kurun waktu 4 jam. Budi menambahkan besok bisa menuntaskan target 40 persen populasi atau 108 juta orang.

Baca Juga:Formi Depok Semangat Perkenalkan Olahraga Rekreasi Pada MasyarakatTidak Terima Dipecat, Mantan Kapolsek Kebayoran Baru Gugat Kapolda dan Kapolri

Lalu vaksinasi anak 6 sampai 11 tahun sudah mencapai 5.042.000 suntikan. ”Kami imbau agar masyarakat mempercepat vaksinasi agar mencegah masuknya Omicron ke komunitas lokal,” ujarnya.

Selanjutnya pemerintah berencana akan membuka data PeduliLindungi. Budi menyatakan langkah ini dilakukan agar publik mengetahui tempat yang tidak disiplin menerapkan disiplin protokol kesehatan. (jpc)

0 Komentar