Iman menuturkan, dengan volume kendaraan yang cukup besar, tapi jalurnya dialihkan ke tempat yang berbeda dari sebelumnya maka otomatis menimbulkan kemacetan. Adapun langkah-langkah yang diambil Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung adalah berusaha untuk melakukan pengaturan arus kendaraan lalu lintas bersama rekan-rekan kepolisian, khususnya di jam-jam rawan.
“Seperti jam berangkat kerja, berangkat sekolah, kita lakukan pengaturan di situ. Hanya ya memang terbayang, dimana empat lajur itu jadi dua, nah sekarang disatukan di jembatan yang baru jadi satu, satu dari Bandung, satu dari Banjaran, kebayang itu posisinya tapi kita lakukan pengaturan,” jelasnya.
Iman mengaku belum mengetahui kapan jalur Jembatan Dayeuhkolot tersebut akan di buka kembali. Karena kewenangan pembangunan jembatan baru bukan ranah Dinas Perhubungan.
Baca Juga:Hingga September, Terjadi 4.500 Kasus Kekerasan Terhadap PerempuanBojongsari Kembali Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk
“Kami belum tahu kapan dan bagaimana kaitan dengan jembatan yang lamanya itu diperbaiki, kami belum tahu karena belum ada informasi lebih lanjut, mungkin bisa ditanyakan ke pihak PU Bina Marga Provinsi atau melalui PU Bina Marga kita,” pungkasnya. (yul)
