BANDUNG – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU Jabar) Kantor Wilayah III menyebutkan bahwa tingkat persaingan usaha di Jabar mengalami peningkatan.
Kepala Kantor Wilayah III KPPU Jabar Lina Rosmiati mengatakan, untuk mengukur tingkat persaingan di Indonesia, KPPU memerlukan ukuran persaingan usaha komprehensif.
Dengan begitu, selain jadi indikator kinerja KPPU Jabar, pengukuran indeks persaingan dapat memberikan indikasi apakah daya saing, produktivitas dan efisiensi sektor ekonomi di Indonesia semakin baik atau tidak.
Baca Juga:Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas dengan Setingan Tahun 80 an Jadi Perbincangan WarganetGedung Cyber Kebakaran, Banyak Website dan Broker Mengalami Down
‘’Indikasi ini didasarkan pada konsep (berbagai temuan penelitian) bahwa lingkungan yang kompetitif akan menciptakan efisiensi dan produktivitas yang semakin tinggi, yang kemudian akan berdampak kepada daya saing suatu negara/daerah,’’kata Lina dalam keterangan pernya di Kota Bandung, Kamis, (2/12).
Menurtnya, untuk indeks persaingan usaha 2021 di Indonesia meningkat dari 4,65 menjadi 4,81. Hal ini menunjukan bahwa tingkat persaingan di Indonesia semakin membaik.
Sedangkan untuk Provinsi Jawa Barat sendiri juga mengalami peningkatan nilai indeks persaingan dari 5,07 di tahun 2020 menjadi 5,24 di tahun 2021.
Secara umum persaingan di Jawa Barat terkategori tinggi di antaranya pada industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Sedangkan sektor untuk pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, pengolahan sampah, limbah dan daur ulang dan jasa perusahaan merupakan sektor dengan tingkat persaingan usaha yang rendah.
Dengan menggunakan seluruh dimensi yang ada, di Jawa Barat dimensi regulasi memiliki ratarata skor tertinggi 6,60, sementara dimensi perilaku memiliki rata-rata terendah 4,01.
‘’ini mengindikasikan bahwa regulasi di Jawa Barat telah mendorong terciptanya persaingan usaha yang tinggi,’’ucapnya.
Baca Juga:DPP PMPR Menduga Ada Pelanggaran Alih Fungsi Lahan Sehingga Menyebabkan Banjir Bandang GarutKepala Kemenkumham Jabar Ingatkan Pejabat Harus Jaga Integritas
Sementara itu, rendahnya skor dimensi perilaku mengindikasikan adanya perilaku pelaku usaha yang mengarah pada persaingan usaha tidak sehat.
‘’Hasil indeks persaingan usaha ini akan menjadi acuan bagi pengawasan KPPU Kanwil III di Jawa Barat dengan menyusun program-program kegiatan atau tindakan yang tepat untuk meningkatkan nilai-nilai persaingan usaha yang sehat di kalangan pelaku usaha,’’pungkas Lina. (red)
