Longsor di Kampung Nyalindung Sukabumi Menelan Korban

SUKABUMI – Bencana tanah longsor kembali menelan korban di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kali ini terjadi di Kampung Nyalindung pada Selasa (23/11) dan hingga saat ini korban masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan.

“Saat kejadian saya berada tidak jauh dari lokasi dan melihat ada satu rumah yang terbawa longsor. Kebetulan anak saya ikut menyaksikan dan melihat serta mendengar ada teriakan minta tolong dari dalam rumah, ternyata penghuninya terjebak di reruntuhan puing bangun rumahnya yang hancur tertimbun longsor,” kata warga Kampung Nyalindung, Dede kepada wartawan.

Informasi yang dihimpun, bencana tanah longsor yang terjadi Desa Pasirsuren, Kecamatan Palabuhanratu ini berawal turun hujan deras sejak siang hingga menjelang sore.

Tiba-tiba tebing tanah yang berada di sekitar permukiman warga longsor dan materialnya menimpa salah satu rumah warga yang berada tepat di bantaran sungai. Akibatnya, rumah tersebut rusak berat dan terseret hingga bibir sungai.

Saat kejadian pemilik rumah sedang memperbaiki saluran air rumahnya, sehingga tidak bisa menyelamatkan diri saat longsor menimbun rumahnya dan korban yang diketahui bernama Ahmad ikut tertimbun.

Warga sekitar yang panik melihat ada tetangganya yang tertimbun, tanpa dikomandoi turun ke lokasi untuk membantu menyelamatkan nyawa Ahmad yang kondisi tubuhnya terjepit reruntuhan rumahnya dan terdapat luka di beberapa bagian tubuhnya.

Dengan alat seadanya warga mencoba memberikan bantuan kepada korban, namun kesulitan karena tubuhnya terjepit, reruntuhan puing rumahnya yang ambruk. Tidak berselang lama tim SAR gabungan tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Hingga berita ini diturunkan proses evakuasi korban masih berlangsung, belum diketahui nasib korban. Namun informasi dari salah seorang warga, kedua kaki korban masih terjepit di reruntuhan dan terdapat luka di bagian kepala, tangan dan lainnya.

Sementara, Kepala Seksi Kedaruratan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Medi Abdul Hakim yang ikut proses evakuasi mengatakan sulitnya proses evakuasi dikarenakan kedua kaki korban terjepit reruntuhan tembok besar.

“Kami masih terus berusaha dan berharap nyawa korban bisa diselamatkan. Kondisi terakhir, korban masih sadarkan diri dan tim SAR gabungan mencoba mengangkat bongkahan puing dari tubuh korban,” tambahnya. (Antara)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan