Kemenhub Bahas Kerja Sama Transportasi dengan Korea Selatan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela pertemuan dengan Minister for Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Mr. Noh Hyeong Ouk secara daring, pada Senin (15/11). Pertemuan tersebut membahas kerjasama bidang transportasi pada pertemuan bilateral dalam kerangka acara Global Infrastructure Corporate Conference 2021. (Kementerian Perhubungan)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela pertemuan dengan Minister for Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea Mr. Noh Hyeong Ouk secara daring, pada Senin (15/11). Pertemuan tersebut membahas kerjasama bidang transportasi pada pertemuan bilateral dalam kerangka acara Global Infrastructure Corporate Conference 2021. (Kementerian Perhubungan)
0 Komentar

Lebih lanjut, Menhub Budi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Korea atas kerjasama pengembangan sistem transportasi di Indonesia pada dua proyek dalam bentuk hibah dalam kerangka kerjasama Official Development Assistance (ODA) Program yaitu Master Plan for Improving Bus Terminal in the Republic of Indonesia and implementing Intelligent Transport System (ITS) as pilot projects dan Basic Design and Pilot Project of Bus Information Management System (BIMS) for Jakarta.

Selain itu, Menhub juga menyampaikan apresiasi atas bantuan pendanaan (loan) di sektor transportasi laut yaitu Development and Improvement of Aids to Navigation (AtoN) yang berupa kegiatan pembangunan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) dari Economic Development Co-operation Fund (EDCF).

Pendanaan tersebut untuk meningkatkan kehandalan SBNP melalui program pembangunan dan replacement untuk 8 unit Menara Suar dan 93 unit Rambu Suar yang tersebar di 20 Distrik Navigasi.

Baca Juga:Pelaku Sate Sianida Dituntut 18 Tahun PenjaraAntisipasi Perayaan Nataru, Polda Jabar Berlakukan Ganjil Genap

Pada pertemuan ini, Menhub Budi juga menyampaikan permohonan dukungan Pemerintah Republik Korea dalam pencalonan Indonesia sebagai Dewan IMO (Organisasi Maritim International) Kategori C mendatang dan Anggota Dewan ICAO Kategori III untuk periode tahun 2022-2025.

“Sebagai negara maritim terbesar di dunia, Indonesia berperan aktif dalam keanggotaan IMO dengan mengembangkan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan di laut secara internasional. Di sektor penerbangan, Indonesia juga melakukan upaya aktif melalui pencalonan sebagai Anggota Dewan ICAO,” pungkasnya.

(Antara)

0 Komentar