Jangan Terlena Euforia Juara saat Kompetisi Masih Berjalan, Pengamat Minta Persib Tetap Fokus Lawan Persijap

Persib
Skua Persib/Dimas Rachmatsyah/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengamat sepak bola asal Bandung, Jejen, mengingatkan Persib Bandung agar tidak terlena dengan peluang juara yang kini berada di depan mata.

Menjelang laga terakhir Liga 1 2025/2026 kontra Persijap Jepara pada Sabtu (23/5) mendatang, ia meminta skuad Maung Bandung tetap fokus penuh dan memburu kemenangan.

Menurut Jejen, anggapan bahwa hasil imbang sudah cukup mengantarkan Persib menjadi juara karena unggul head to head atas Borneo FC justru bisa menjadi jebakan berbahaya bagi tim.

Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi DigitalArus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua Arah

“Dalam sepak bola semua masih bisa terjadi. Jangan pernah merasa aman sebelum pertandingan selesai dan posisi benar-benar dipastikan. Persib harus tetap bermain untuk menang,” ujar Jejen saat dimintai tanggapannya, Selasa (19/5/2026).

Ia menilai laga terakhir musim ini akan menjadi ujian mental bagi para pemain Persib. Tekanan besar sebagai kandidat juara ditambah euforia suporter dinilai bisa memengaruhi konsentrasi tim apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Jejen mengatakan, Persib harus menampilkan mental juara dengan tetap bermain agresif dan disiplin sejak menit awal. Menurutnya, bermain aman demi mengejar hasil seri justru berpotensi menyulitkan tim sendiri.

“Kalau dari awal berpikir seri cukup, biasanya permainan jadi tidak lepas. Pemain bisa tegang, hati-hati berlebihan, dan akhirnya kehilangan ritme. Persib lebih baik tetap tampil menyerang dan memburu kemenangan,” katanya.

Ia juga menyoroti atmosfer di luar lapangan yang mulai dipenuhi pembahasan mengenai pesta juara hingga rencana pawai kemenangan. Jejen mengaku menyayangkan situasi tersebut karena kompetisi masih belum benar-benar selesai.

“Sekarang sudah ramai bicara pawai juara, konvoi, perayaan dan sebagainya. Padahal pertandingan terakhir belum dimainkan. Ini yang saya khawatirkan bisa membuat pemain tanpa sadar jadi terlena,” ungkapnya.

Menurut Jejen, pengalaman di sepak bola menunjukkan banyak kejadian tak terduga bisa terjadi dalam satu pertandingan. Karena itu, ia meminta seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih hingga suporter, tetap menjaga fokus hingga peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga:Polisi Gagalkan Tawuran di Parung Panjang Bogor, 14 Pemuda dan 8 Sajam DiamankanLibur Panjang Bawa Berkah, Bisnis Toilet di Jalur Puncak Bogor Raup Omzet hingga Rp1,5 Juta Sehari

“Sepak bola itu penuh kejutan. Dalam 90 menit apa saja bisa terjadi. Jadi jangan dulu merasa sudah juara sebelum semuanya selesai,” tegasnya.

0 Komentar