Lebih lanjut Farhan mengajak generasi muda untuk memberikan sumbangsih kepada bangsa baik jiwa dan pikiran. Sumbangsih ini bukan berarti semua harus menjadi pemimpin, namun bisa berkarya dan membantu pembangunan di Indonesia melalui berbagai macam bidang.
“Saat ini Indonesia dipercaya menjadi pemimpin 20 negara terkaya di dunia atau G-20. Ini terwujud karena keyakinan kita. Apapun latar belakangmu, ketika harus membaktikan kepada bangsa atau sumbangan fungsi sosial, maka kita harus siap. Keberadaan LDII juga mempunyai nilai sosial dan generasi mudanya berpotensi memimpin bangsa,” harapnya.
Sementara itu, Plt Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Kemenpora, Drs. Imam Gunawan, MAP mengatakan, pemuda mempunyai enam dimensi menguntungkan. Pertama, dimensi filosofis sebagai generasi dan pemimpin berikutnya. Kedua, dimensi demografis, dimana 24% dari jumlah penduduk Indonesia adalah para pemuda, usia 16-30 tahun. Ketiga, dimensi potensi berupa minat, talenta, kreativitas, inovasi dan penguasaan teknologi. Keempat, dimensi problematika berupa pengangguran, perilaku destruktif, dan partisipasi.
Baca Juga:DPMD Jabar Gelar Vaksinasi di Kampung Adat CiptarasaLewat Penguatan Regulasi, Kominfo Pastikan Pinjol Ilegal Ditindak Tegas
“Kelima, dimensi peran sebagai pelaku dan target perubahan. Keenam, dimensi lingkungan strategis dimana banyak tersedia sumber-sumber alam, berada dalam lingkungan global, banyak keunggulan daerah, dan berada dalam revolusi industri 4.0 menuju 5.0,” paparnya. (*)
