Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat

Ateng Kusnandar Adisaputra
Ateng Kusnandar Adisaputra
0 Komentar

Jumlah masyarakat yang menjadi anggota perpustakaan secara nasional sebanyak 7.875.034 orang. 5 provinsi dengan jumlah anggota perpustakaan terbanyak adalah Provinsi Jawa Timur (2.229.309 orang), Provinsi Kalimantan Selatan (1.256.586 orang), dan Provinsi Jawa Tengah (1..132.221 orang).

Untuk mendorong masyarakat Jawa Barat supaya menjadi anggota perpustakaan, telah dilakukan berbagai upaya seperti: semua pelajar wajib menjadi anggota perpustakaan di perpustakaan sekolahnya, semua mahasiswa wajib menjadi anggota perpustakaan di perpustakaan kampusnya, dan sedang dilakukan proses kerjasama antara Dispusipda Provinsi Jawa Barat dengan Bank bjb, dimana semua nasabah Bank bjb nantinya akan menjadi anggota perpustakaan umum yang ada di Jawa Barat. Dengan demikian, diharapkan semakin banyak yang menjadi anggotan perpustakaan akan meningkatkan IPLM Jawa Barat.

Jumlah kunjungan ke perpustakaan secara nasional adalah sebanyak 360.984 kunjungan/hari. Provinsi Jawa Timur menempati jumlah kunjungan terbanyak, yakni 135.143 kunjungan/hari, disusul oleh Provinsi Kalimantan Selatan (74.238 kunjunga/hari), dan Sumatera Utara (46.764 kunjungan/hari).

Baca Juga:Masih Kurang, Jumlah Lampu Penerangan Jalan di Kota CimahiMeski 10 Pemain, Bhayangkara FC Mampu Tahan Imbang Arema

Secara nasional tingkat pemanfaatan perpustakaan masih tergolong belum ideal, karena memiliki rasio sebesar 0,13% (kurang dari 2%), demikian juga untuk tingkat provinsi semuanya kategori belum ideal. Ini juga perlu didorong agar masyarakat untuk memanfaatkan perpustakaan, karena perpustakaan merupakan pusat ilmu pengetahuan, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat kebudayaan. Apalagi sekarang sedang digalakan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Dalam hal dukungan anggaran perpustakaan, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Jawa Timur, menempati posisi teratas antara 51 Milyar-62 Milyar per tahun. Sedangkan provinsi dengan anggaran terendah adalah Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Sulawesi Barat, dan Provinsi Gorontalo.

Kekurangan Jumlah Koleksi Berdasarkan IFLA/UNESCO

Yang perlu mendapat perhatian semua pihak berkaitan dengan hasil kajian IPLM tahun 2020 adalah berkaitan dengan kekurangan jumlah koleksi, dimana ketercukupan koleksi perpustakaan di Indonesia menurut acuan IFLA/UNESCO masih tergolong belum memenuhi. Kekurangan jumlah koleksi dapat diketahui dengan menggunakan acuan IFLA/UNESCO yakni 2x jumlah penduduk dikurangi total jumlah koleksi perpustakaan yang ada.

Secara nasional, jumlah kekurangan koleksi perpustakaan di Indonesia sebanyak 513.830.831 buku. Jumlah buku yang cukup pantanstis, apabila bisa terpenuhi dari aspek pengadaannya akan meningkatkan pendapatan bagi para penerbit buku di Indonesia. Disinilah perlu ada regulasi kebijakan dari Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan semua pihak yang peduli terhadap perkembangan perpustakaan, untuk pengadaan buku yang berkualitas dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.

0 Komentar