JABAR EKSPRES – Tiga kampung di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), jadi korban aktivitas offroad liar.
Dampaknya, sumber air bersih tercemar, lahan rumput pakan ternak rusak, hingga akses jalan warga hancur.
Tiga kampung yang terdampak berada di RW 12, yakni Kampung Cipariu, Nagrak, dan Pojok. Warga menyebut aktivitas kendaraan motor kros dan mobil offroad yang melintasi kawasan hutan penyangga serta lahan rumput sudah berlangsung lama dan semakin tak terkendali.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
“Setiap hujan turun, air jadi keruh karena lumpur dari jalur offroad masuk ke mata air kami. Tiga kampung terdampak,” ujar Ketua RT 03 RW 12 Kampung Cipariu, Aep, saat ditemui, Selasa (17/2/2026).
Aep menjelaskan, mata air bernama Air Kiara yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air bersih warga kini kerap meluber dan berubah warna. Sumber air tersebut berada di bagian atas kawasan yang juga dijadikan lintasan offroad. Saat hujan deras, aliran air bercampur lumpur langsung mengarah ke mata air warga.
Selain mencemari sumber air, kendaraan offroad dan motor kros juga merusak ladang rumput yang ditanam warga untuk pakan ternak. Padahal kawasan tersebut menjadi tumpuan utama para peternak sapi di wilayah Bandung Utara.
Jalan tanah yang biasa digunakan warga untuk mengangkut rumput kini rusak berat. Saat musim hujan, lumpur dari jalur offroad terbawa ke jalan utama sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Banyak warga yang jatuh karena jalan licin. Rumput untuk pakan juga rusak. Kami jadi kesulitan,” katanya.
Jalur yang dilintasi kendaraan offroad itu merupakan akses tembus Sukawana-Cikole sepanjang kurang lebih 6 kilometer. Warga juga mengeluhkan kebisingan suara motor yang terdengar hingga malam hari.
Menurut Aep, awalnya jalur offroad resmi berada di kawasan Sukawana dan dikelola secara terarah. Namun belakangan, sejumlah oknum membuka jalur baru secara acak tanpa memperhatikan dampak lingkungan dan kebutuhan warga.
Baca Juga:Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg KeduaStrategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden
Keluhan juga disampaikan Kosasih, salah seorang peternak. Ia mengungkapkan bahwa setiap tahun ribuan peternak di bawah binaan koperasi di Lembang membayar iuran sewa lahan sebesar Rp90 juta secara kolektif untuk lahan rumput pakan ternak ke Perhutani.
