Akses Internet Belum Merata Masih Jadi Hambatan, Begini Solusinya

JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan pada seluruh sektor, tidak hanya sosial dan ekonomi, namun juga pendidikan. Ada lebih dari 200 negara di dunia, termasuk Indonesia yang terpaksa menutup sekolah tatap muka dan melakukan pembelajaran secara daring.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono mengatakan, setidaknya 68 juta siswa pendidikan dasar dan pendidikan tinggi terdampak pandemi Covid-19.

“Mereka terpaksa harus melaksanakan pembelajaran secara daring. Jadi make sense (masuk akal) kalau disurvei, kemudian tuntutan yang dibutuhkan anak-anak itu adalah bantuan pulsa,” kata dia melalui keterangannya, Minggu (29/8).

Namun, diingatkan juga bahwa dari 260 juta satuan pendidikan di seluruh Indonesia, masih ada 46 ribu sekolah yang tidak memiliki akses listrik dan internet. Bahkan yang sudah memiliki akses listrik dan internet belum tentu memiliki gawai ataupun daya beli pulsa.

Ia pun mengakui persoalan tersebut sangatlah kompleks. Jadi tidak ada pilihan selain mempercepat konektivitas atau akses internet di seluruh satuan pendidikan.

“Ini menjadi necessary condition (kondisi yang diperlukan) agar kita bisa melakukan lompatan, kalau tidak, kita bisa menghadapi lost of generation,” tutur dia.

Selain percepatan konektivitas, solusi lain yang diharapkan bisa menyelamatkan potensi learning loss adalah pembelajaran tatap muka (PTM). Namun vaksinasi terhadap guru dan dosen perlu diakselerasi, sebab itu merupakan salah satu syarat PTM.

“Solusi yang diharapkan bisa menyelamatkan saat ini adalah melalui kegiatan vaksin guru dan dosen,” tandasnya.

(Jawapos.com)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan