SUMEDANG – Pandemi Covid-19 tidak membuat warga RT03 RW01, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang kehabisan kreativitas.
Kreativitas warga Desa Cipacing tersebut dilakukan dengan membuat telur asin dengan memberdayakan tenaga ibu-ibu dan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Diketahui, pembuatan telor asin tersebut berawal dari berhentinya produksi kerajinan tangan di Desa Cipacing yang sudah tidak berjalan akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Baca Juga:Dukung Percepatan Vaksinasi, LDII Jabar – Klinik Medika Vaksinasi 1.500 WargaLagi! Aksi Perampasan HP Terjadi di Bandung, Pelaku Sempat Bawa Kabur Anak
Sejak pandemi Covid-19, pembuatan telur asin serius dikerjakan bahkan diberi dukungan oleh pihak desa serta Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Desa Cipacing.
Ketua Kelompok Unit Kube Medal Harapan Jaya, Ani Susilawati mengatakan, pihaknya mengembangkan pembuatan telur asin saat pandemi Covid-19 melanda.
“Kami vakum dari pembuatan kerajinan tangan membuat panahan, sumpit atau membuat aksesorisnya sudah gulung tikar. Maka kami bersama yang lainnya mencoba berdikari membuat telur asin bersama ibu-ibu yang lainnya,” ujar Ani di lokasi, Minggu (8/8).
Menurutnya, membuat telur asin sebagai pemanfaatan waktu supaya tidak terbuang di masa pandemi Covid-19.
“Daripada kami semua menganggur karena dampak pandemi Covid-19, jadi kami terus berupaya guna mendapatkan penghasilan,” kata Ani.
“Alhamdulillah kami bisa buat kelompok didukung Kelompok Usaha Bersama Medal Harapan Jaya (KUBE MHJ) dengan unit kelompok Kube namanya Anugrah, pihak Pemdes Cipacing juga turut mendukung keberadaan kami,” tambahnya.
Ani menjelaskan, sampai sekarang produksi telor asin warga Desa Cipacing dalam kurun waktu tiga hari dapat menghasilkan sebanyak 200 butir telor asin.
Baca Juga:Pekan Depan, Ruang Isolasi BLK Akan Pindah ke RSUD Soreang LamaMenarik, 1.000 Pengguna Telegram Bisa Video Call Sekaligus
“Untuk pemasarannya masih di sekitaran Desa Cipacing, karena belum bisa memproduksi lebih banyak, peralatan kami sangat terbatas, tapi apabila ditunjang dengan peralatan yang ada tentu bisa lebih banyak memproduksi,” imbuh Ani.
Dalam pemaparannya, Ani menuturkan, ia berharap agar ke depannya mendapat perhatian juga dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang.
Hal itu harapannya, supaya dapat membantu KUBE Anugerah dalam pemasaran serta sarana dan prasarananya guna menunjang produktivitas telur asin.
“Begitu juga dengan anggota DPRD yang selalu support kami yakni Kang Dudi Supardi dari PAN dan memotivasi kami biar terus berkarya walaupun dimasa pandemi Covid-19, semoga ke depannya kami bisa semakin maju dan mempertahankan kualitas,” tutup Ani. (bas)
