DPRD Kabupaten Sumedang Sebut Edukasi Soal Vaksin Sangat Penting

Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Dapil 5 Fraksi Golkar, Asep Kurnia di UPTD Puskesmas Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu (28/7). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Dapil 5 Fraksi Golkar, Asep Kurnia di UPTD Puskesmas Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Rabu (28/7). (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

SUMEDANG – Pelaksanaan vaksinasi di berbagai daerah memiliki banyak kendala, salah satunya minat masyarakat yang minim untuk divaksin.

Beruntung, kesadaran warga yang berada di bawah naungan UPTD Puskesmas Sawahdadap cukup tinggi.

Akibatnya, proses vaksinasi selalu berjalan lancar bahkan terkadang melebihi kuota dosis yang disediakan setiap harinya sebanyak 200 vaksin.

Baca Juga:Penggali Makam di TPU Kihapit Terima Bantuan Pemkot CimahiRelokasi Korban Longsor Sumedang Lambat, DPRD Minta Penjelasan Pemda

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Dapil 5 Fraksi Golkar, Asep Kurnia menuturkan, edukasi kepada masyarakat sangatlah penting.

“Ternyata tidak mudah. Saya tadi nanya beberapa orang, membuat mereka yakin untuk divaksin saja, susah,” kata Asep kepada Jabar Ekspres di lokasi, Rabu (28/7).

Ia menerangkan, selain digencarkannya vaksinasi, edukasi kepada masyarakat juga perlu diperhatikan.

“Yang pertama bagaimana supaya masyarakat tahu pentingnya vaksin, tahu vaksin fungsinya untuk apa,” ujar Askur.

Kemudian, Asep atau akrab disapa Askur melanjutkan, setelah masyarakat mengetahui pentingnya vaksin, perlu diupayakan supaya bersedia menjalani vaksinasi.

“Jangan sampai sudah tahu malah jadi tidak mau. Yang terakhir, mampu untuk divaksin,” imbuh Askur.

“Salah satu mampu divaksin kalau mereka sendiri repot, makanya pemerintah memfasilitasi melalui puskesmas,” tambahnya.

Baca Juga:Ketersediaan Tabung Oksigen Puskesmas Sawahdadap Masih CukupDisdik Cimahi Gencar Tingkatkan Metode Pembelajaran via Daring

Askur menjelaskan, tahapan menjalani vaksinasi di puskesmas pun sangat memperhatikan kondisi tubuh pasien.

“Di puskesmas pun tidak mudah orang datang kemudian main suntik. Ada datanya, discreening dan sebagainya,” pungkas Askur.

Dalam pemaparannya, Askur berharap, supaya pemerintah memperhatikan hak-hak para tenaga kesehatan.

“Menjadi hak yang berkaitan dengan operasional puskesmasnya, dalam rangka kelancaran vaksinasi,” tuturnya.

Menurutnya, jika operasional pendukungnya lancar maka dapat memaksimalkan proses pelaksanaan vaksinasi. (bas)

0 Komentar