Dewan Sebut PJJ Siswa di Pedesaan Miliki Permasalahan yang Kompleks

Wakil Ketua Komisi V Abdul Hadi Wijaya
Wakil Ketua Komisi V Abdul Hadi Wijaya
0 Komentar

Menurutnya, problem yang cukup sulit yakni soal ketersediaan sinyal. Misalnya daerah di kawasan Jawa Barat bagian selatan, rata-rata memiliki keluhan luar biasa.

“Kami dapat masukan seperti di Garut selatan dari 400 siswa, kemudian dilakukan PJJ dikasih tugas melalui daring, itu yang bisa hadir hanya 30. Artinya 370 siswa tidak bisa menyelesaikan tugas, jadi ini parah. Kita terus mendesak jangan sampai terjadi lost generation ataupun lost educational,” katanya.

Maka dari itu pihaknya telah menyampaikan hal ini kepada Gubernur Jabar bahwa masalah tersebut harus segera dibenahi. Lalu, gagasan yang ditemukan adalah kerjasama antara Diskominfo dengan operator.

Baca Juga:Tekan Lonjakan Kasus, Pemda KBB Genjot Vaksinasi Covid-19Korban Longsor Sumedang: Mudah-mudahan Bapak Bupati Ada Rasa Iba

“Jadi diskominfo mendefinisikan ada daerah yang masih kosong untuk kemudian membangun semacam titik-titik yang bisa diibangun BTS-BTS baru,” katanya.

“Sambil dinas dan juga sekolah-sekolah melakukan identifikasi permasalahan yang terkait sarana dan prasarana ini kemudian melaporkan dan ini dari dinas apabila satu daerah ini banyak keluhan berarti sinyal kurang, kemudian dari dinas pendidikan melanjutkan ke Diskominfo untuk melakukan prioritas pembangunannya,” tutupnya. (BOY)

0 Komentar