oleh

Sejumlah Toko di Kota Bandung ‘Kucing-kucingan’ Hindari Petugas

BANDUNG – Pemerintah resmi mengganti istilah PPKM Darurat menjadi PPKM berdasarkan level kegentingan tertentu, khusus Kota Bandung, tercacat sebagai wilayah yang masuk kategori PPKM Level 4.

Level tersebut menandakan bahwa artinya jumlah kasus dan angka kematian akibat Covid-19 sangat tinggi yakni 150/1.00.000 penduduk.

Meski demikian pemerintah juga berupaya melonggarkan PPKM tidak seperti sebelumnya, meski kebijakan ini sempat ditolak beramai-ramai oleh masyarakat dan para pelaku usaha se-Kota Bandung.

Baca Juga:  Kerahkan 600 Personil Selama PPKM Darurat, Jajaran Polres Sumedang Lakukan Tes GeNose C19

Diantara banyak yang terdampak, salah duanya yaitu para pemilik toko kuliner dan toko elektronik.

Para pengusaha makanan tidak diperbolehkan menerima pelanggan yang makan di tempat dan harus dibawa pulang (take away).

Hal serupa juga dialami oleh para pengusaha toko elektronik, mereka masuk kategori non-esensial, artinya sangat waktu operasional dibatasi.

Sepemantauan, pada Kamis (22/07), sejumlah toko kuliner yang menjajakan makanan tampak sangat sepi dan terkesan ‘kucing-kucingan’ menghindari petugas.

Baca Juga:  Selama PPKM Darurat di KBB, Sudah 450 Kendaraan Diputarbalikkan

Diantaranya, sebut saja lokasi yang biasa ramai dikunjungi pelanggan yakni Pujasera Arcamanik dan Taman Kuliner Arcamanik. Kali ini sangat sepi dan beberapa lapak tutup.

Rio, seorang pedagang minuman es kopi, mengaku bahwa penjualannya tidak ramai seperti biasa.

“Biasa banyak yang pada nongkrong atau ngopi ngopi, sekarang pada gabisa. Paling yang banyak pesan lewat grab food atau shopee,” katanya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga