Genjot Pemulihan Ekonomi Jabar, Ridwan Kamil Dorong Digitalisasi Koperasi

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
0 Komentar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendorong semua koperasi di Jabar beradaptasi dengan kemajuan zaman dan pandemi Covid-19. Salah satunya dengan digitalisasi.

Menurutnya, data menunjukkan bahwa angka penjualan produk lewat e-commerce terus mengalami peningkatan. Pada Mei 2020, volume penjualan produk lewat e-commerce mencapai 121 juta atau mengalami peningkatan 44 persen jika dibandingkan periode Februari 2020.

“Ada tren digitalisasi naik ke 44 persen. Sehingga intinya di akhir masa jabatan saya semua koperasi sudah mahir dalam digital. Inilah yang harus dilakukan oleh semuanya. Saya minta tidak ada koperasi yang tidak melek digital,” kata Emil di Bandung, Kamis (15/8).

Baca Juga:PPKM Darurat, Pelayanan Disdukcapil Cimahi Bisa Lewat OnlineMinta Masyarakat Mengerti, Pemprov Jabar Terus Ikhtiar Putus Mata Rantai Covid-19

Emil mengatakan, ada dua kondisi yang mengharuskan koperasi melakukan digitalisasi. Pertama adalah pandemi Covid-19 yang membuat segala aktivitas dilakukan secara online untuk menghindari penularan virus.

“Kemudian kita geser dua dunia ini oleh dua interupsi. Diinterupsi oleh Covid-19 berikut yang membuat hidup kita beradaptasi,” ucapnya.

Kondisi kedua adalah revolusi industri 4.0 yang akan melahirkan jenis pekerjaan baru. Salah satu contohnya adalah pekerjaan seperti penjaga Warung Telekomunikasi (Wartel) sudah tidak lagi dibutuhkan.

Namun sebagai gantinya, ada jenis pekerjaan baru seperti reparasi handphone (HP) yang muncul.

“Ada pekerjaan-pekerjaan yang akan hilang, sehingga kita akan bergeser ke pekerjaan-pekerjaan baru. Di setiap revolusi zaman, ada yang hilang, ada yang baru. Yang hilang adalah telpon umum, wartel yang ada sekarang bisnis reparasi handphone. Jadi semua ada yang hilang, ada yang tetap,” tuturnya.

“Inilah ilmu-ilmu yang harus di-share. Apakah koperasi-koperasi bisa melihat ini sebagai arah baru terhadap dua disrupsi tadi oleh disrupsi Covid-19. Kita harus contactless oleh 4.0 ada pekerjaan-pekerjaan yang bisa lebih cepat,” imbuhnya.

Selain digitalisasi, rantai pasok atau supply chain juga perlu terus disempurnakan oleh koperasi. Kemudian koperasi juga harus bisa beradaptasi pada standar protokol keamanan hingga perubahan diversifikasi pasar.

Baca Juga:dr. Ferry: Meski PCR Negatif, Ada Gejala Covid-19, Jenazah Dimakamkan Secara ProkesNaik! Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Barat

Adaptasi lainya yang harus dilakukan oleh koperasi adalah memodifikasi produk sesuai dengan kebutuhan. Sebagai salah satu contohnya adalah mengenai trend bersepeda yang bisa menjadi peluang untuk mengembangkan produk

0 Komentar