JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismahariani memastikan Bantuan Sosial Tunai (BST) sudah tersalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sejak pekan lalu melalui PT Pos.
Pemerintah pusat telah menginstruksikan kepada jajaran Kementerian Sosial agar mengakselerasi program perlindungan sosial sebagai langkah pendukung pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kemensos mempercepat pencairan bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
Baca Juga:Singapura Bantu Indonesia Berikan Iso Tank dan Liquid OxygenMenko Airlangga Temui Sejumlah Menteri Singapura, Hasilkan Sejumlah Kesepakatan Kerjasama
PKH dan BPNT/Kartu Sembako merupakan bansos reguler dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dengan target berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Penyaluran PKH dan BPNT/Kartu Sembako dilakukan melalui jaringan Himpunan Bank-bank Negara (Himbara).
PKH menjangkau 10 juta KPM dengan indeks berdasarkan komponen dalam keluarga. BPNT/Kartu Sembako, saat ini, menjangkau 15,93 juta KPM dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan.
Adapun BST merupakan bansos khusus dengan target 10 KPM dengan indeks Rp 300 ribu/KPM/bulan. BST disalurkan melalui jaringan PT Pos Indonesia.
BPNT/Kartu Sembako yang saat ini menjangkau 15,93 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan tahun ini sudah ditingkatkan jangkauannya menjadi 18,8 juta KPM.
‘’BST dengan jangkauan 10 juta KPM berjalan selama dua bulan, dengan dibayarkan pada Juli ini,’’kata dia.
Kemensos melalui Perum Bulog juga menyalurkan beras seberat 10 kg kepada KPM BPNT/Kartu Sembako dan BST.
Baca Juga:Mensos Pastikan Kebutuhan Makan Siap Saji untuk Petugas TerpenuhiSiap-siap! Mang Oded Akan Berikan Bansos untuk Warga Kota Bandung Sebesar Rp 500.000
“Dengan bantuan beras, diharapkan masyarakat terdampak pandemi bisa tercukupi kebutuhan dasarnya,” kata Mensos. (red)
