JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan angka vaksinasi Covid-19 di Indonesia per harinya bisa mencapai target 2 juta vaksinasi pada bulan Agustus 2021 mendatang.
Saat ini, angka vaksinasi di Indonesia sudah cukup baik. Baru-baru ini, pelaksanaan vaksinasi di Indonesia berhasil mencapai target 1 juta dosis per hari.
“Target mulai Juli 1 juta per hari, karena kemarin-kemarin kita masih 200-300 ribu per hari. Sekarang tidak ada tawar menawar 1 juta harus, dan Agustus nanti 2 juta. Itu harus,” katanya.
Baca Juga:Sri Mulyani: Prinsip Keuangan Syariah Cocok di IndonesiaPHRI Jabar Akan Arahkan Hotel Soal Paket Wisata Isoman
Sebab, menurut Jokowi, salah satu cara untuk menyelesaikan Covid-19 di tanah air adalah dengan melakukan vaksinasi kepada masyarakat Indonesia. Dengan meningkatkan target vaksinasi menjadi 2 juta dosis per hari, ia berharap vaksinasi bisa segera selesai.
“Karena kunci dari pemulihan ekonomi adalah urusan Covid-19. Ini harus bisa kita selesaikan (vaksinasi-Red),”tegasnya.
Jokowi menuturkan, Indonesia berada di urutan ke-11 dalam proses vaksinasi ke masyarakatnya dari 215 negara. Angka ini harus terus dipertahankan sehingga pada Agustus 2021 mendatang dia menginginkan angka vaksinasi bisa mencapai 2 juta per harinya.
“Dan saya yakin di Juli-Agustus ini akan naik. Enggak tahu naik ke rangking berapa tapi pasti naik. Karena target 1 juta dan target 2 juta sudah berkali-kali saya sampaikan,” katanya.
Jokowi juga mengungkapkan, proses vaksinasi sudah berjalan lancar di Indonesia. Presiden menuturkan, per hari ini saja sudah sebanyak 42 dosis vaksin disuntikkan ke masyarakat.
“Sampai hari ini sudah 42 juta dosis yang disuntikkan,”sebutnya.
Di samping itu, sebagai langkah menekan penyebaran Covid-19, saat ini pemerintah masih merampungkan rencana kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
Hal ini dikatakan Presiden Jokowi lantaran angka penularan Covid-19 di tanah air terus mengalami kenaikan akibat dari varian baru virus korona. Yakni varian Delta atau B.1.617 yang pertama kali ditemukan di India.
Baca Juga:Pasokan Oksigen Kurang, IGD RSUD Majalaya Terpaksa Ditutup SementaraRidwan Kamil Sebut Varian Delta Ditemukan di 9 Daerah Jabar
“Hari ini ada finalisasi kajian untuk kita melihat karena lonjakan yang sangat tinggi, dan kita harapkan selesai karena diketuai Pak Airlangga selaku Menko Perekonomian untuk memutuskan diperlakukannya PPKM darurat,” ujar Jokowi di acara Munas Kadin yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (30/6).
