Harus Mulai Digenjot, Program Pemberdayaan Masyarakat di Cimahi

Setda Kota Cimahi, Maria Fitriana. (ist)
Setda Kota Cimahi, Maria Fitriana. (ist)
0 Komentar

CIMAHI – Memasuki akhir semester II, Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kota Cimahi belum dimulai. Corona Virus Disease (COVID-19) yang kini melonjak menjadi salah satu penyebabnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Setda Kota Cimahi, Maria Fitriana mengatakan, kemungkinan program yang merupakan janji Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi periode 2017-2022 itu baru dimulai pada semester II.

“Nunggu kondisi lebih baik. Target dimulai rencananya di semester 2 harus mulai jalan, karena fisik sederhana tidak perlu memakan waktu lama hanya 1-2 bulan,” ungkap Pipit, sapaan Maria Fitriana, Selasa (29/2/2021).

Baca Juga:Kondisi TKI Asal Lembang di Malaysia Memprihatinkan, Minta Segera DipulangkanRidwan Kamil Klaim APBD 2020 Terserap 90,29 Persen

Seperti diketahui, program yang merupakan janji Wali-Wakil Wali Kota Cimahi periode 2017-2022 tersebut ditiadakan sepanjang tahun 2020. Anggarannya terkena kebijakan refocusing untuk penanganan COVID-19.

Tahun ini, Pemkot Cimahi kembali mengaktifkan PPM atau Rp 100 Juta per RW tahun ini. Postur anggarannya sudah dimasukan ke dalam APBD Kota Cimahi tahun 2021.

Hanya saja anggarannya tahun ini bukan Rp 100 juta lagi untuk setiap Rukun Warga (RW) se-Kota Cimahi. Melainkan hanya Rp 75 juta saja untuk masing-masing RW.

Dirinya menjelaskan, penurunan anggaran untuk PPM tahun ini dikarenakan menyesuaikan dengan kondisi keuangan di tengah pandemi COVID-19 yang masih mewabah di Kota Cimahi.

“Nominalnya berkurang karena keterbatasan anggaran jadi Rp 75 juta,” ujarnya.

Pagu anggaran yang sudah tersedia itupun, kata Pipit, bisa saja berubah apabila nantinya ada kebijakan lagi untuk memusatkan anggaran untuk penanganan COVID-19. Namun ia berharap hal itu tak terjadi, sehingga program PPM tahun ini tetap berjalan.

“Kebijakannya masih bisa berubah dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi,” jelasnya.

Ditegaskan Fitriana, PPM sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebab pembangunannya bisa langsung dirasakan. Apalagi, kata dia, dasar peruntukannya berdasarkan kebutuhan yang disampaikan masyarakat.

Baca Juga:Penguatan Peran Keluarga Upaya Pencegahan StuntingJelang Idul Adha, Distan Kabupaten Bandung Siapkan Sejumlah Antisipasi 

“Kalau saya rasa manfaatnya besar karena langsung hubungannya dengan masyarakat, kemudian munculnya dari kebutuhan dari masyarakat,” sebutnya. (fey)

0 Komentar