Setelah hasil PCR dibawa ke RS Hermina Arcamanik, ayahnya malah disuruh swab antigen lagi.
“Setelah kemarin (Rabu, 23 Juni 2021) di sini (RS Hermina Arcamanik) selama seharian, ayah saya sudah sampai enggak kuat dan di IGD tidak ada tindakan apa pun, malah tadi pihak RS meminta kepada ayah saya untuk dites antigen dengan dalih prosedur,” katanya.
Pihak RS tetap bersikukuh agar ayahnya untuk melakukan PCR ulang. Padahal, dia mengaku langsung membawa ayahnya kembali ke RS Hermina setelah hasil tes PCR negatif keluar.
Baca Juga:Hukum Indonesia Luar Biasa, HRS Dapat Vonis Hukum yang Sama dengan Jaksa PinangkiMUI Khawatirkan Utang Pemerintah RI yang Semakin Menumpuk
“Pihak RS minta untuk lakukan tes PCR ulang, PCR-nya juga harus di sini (RS Hermina Arcamanik) dengan alasan PCR itu harus dua kali,” jelasnya.
Saat dihubungi kembali hari ini, Jumat pagi (25/6), keluarga pasien mengaku ayahnya tiba-tiba dipindahkan ke ruang isolasi dengan alasan tidak boleh terlalu lama berada di ruang IGD, padahal hasil PCR belum keluar.
“Saya mengalah untuk di PCR ulang, tapi hasil belum ada dan saya tidak ada di RS, tiba-tiba jam satu malam dipindah ke ruang isolasi, saya baru dapat kabar tadi subuh. Padahal ada yang udah empat hari yang masuk IGD dan sampai kemarin sore masih di IGD” ungkapnya.
(MG8/nur)
