oleh

MUI Khawatirkan Utang Pemerintah RI yang Semakin Menumpuk

JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyoroti pernyataan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut kekhawatiran atas pertumbuhan utang pemerintah yang terus naik saat pandemi Covid-19 berlangsung.

Menurutnya, kekhawatiran BPK terhadap membengkaknya utang pemerintah saat ini tentu didasari kepada data dan perhitungan serta alasan-alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

“Oleh karena itu masalah ini tentu tidak boleh kita anggap enteng, tetapi harus menjadi concern atau perhatian,” kata Anwar dalam siaran pers, Kamis (24/6).

Baca Juga:  Rampungkan Naturalisasi, 3 Pebasket Asing Ini Gabung Timnas Basket Indonesia

Anwar menilai utang yang diambil pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tentu akan berdampak besar pada negara ini ke depannya.

Dia lalu mengulas mengenai lima dampak yang diterima negara terhadap utang yang membengkak.

“Pertama negara kita tidak lagi dipercaya oleh negara-negara lain di dunia terutama oleh negara-negara maju,” kata dia.

Kedua, lanjut Ketua PP Muhammadiyah itu, para investor tentu tidak mau datang untuk berinvestasi.

Baca Juga:  Olimpiade Tokyo 2020: Rp4,3 Juta per Hari, Uang Saku Altet Indonesia

Sebab, Indonesia menurut mereka sudah tidak lagi baik dan aman untuk berinvestasi.

“Dan kalau itu yang terjadi maka tentu dampak turunannya terhadap pengangguran dan pendapatan serta kemiskinan tentu tidak dapat dihindari,” kata dia.

Ketiga, tambah Anwar, dalam pergaulan internasional, Indonesia tentu akan sangat malu sekali dengan negara-negara lain.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga