“Kontraktor selama ini selalu melaksanakan semua rekomendasi dari konsultan blasting LAPI ITB dan sejauh ini bekerja di bawah ambang batas kebisingan dan batas getaran sesuai rekomendasi LAPI ITB,” lanjut Mirza.
Mengenai keluhan warga, Mirza mengaku KCIC sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Termasuk mengikuti rapat bersama dengan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kepala Bagian Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dari hasil rapat itu diketahui jika kerusakan di bangunan hunian warga yang ditemukan bukan akibat terdampak dari aktivitas tunnel blasting.
Baca Juga:Menurun, Zonasi Risiko Covid-19 Kabupaten BandungKesadaran Warga Cukup Tinggi, Vaksinasi Lansia di Desa Margaasih Bandung Capai 100 Orang
Mirza menekankan bahwa selain dengan pemerintah, koordinasi dan komunikasi dengan konsorsium kontraktor juga terus dilakukan.
Sehingga jika ada kendala di lapangan, persoalan yang dihadapi bisa segera ditindaklanjuti. Untuk diketahui sebagai bentuk antisipasi pada kerusakan rumah warga, KCIC bersama LAPI ITB sudah melakukan pemasangan crackmeter di area permukiman warga yang mungkin terdampak aktivitas blasting.
Melalui alat crackmeter ini, akan diketahui apabila terjadi kerusakan akibat getaran dari aktivitas blasting. Jika ditemukan kerusakan yang terjadi di rumah warga terbukti merupakan dampak dari aktivitas blasting tunnel, KCIC akan memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan disepakati.
KCIC hingga saat ini terus melakukan percepatan pembangunan proyek KCJB. Per minggu ke 3 Bulan Juni 2021, proyek pembangunan sudah mencapai 75 persen.
Untuk Proyek KCJB terdapat total 13 Tunnel dengan total panjang 16.671 meter di sepanjang trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung. dan 8 tunnel di antaranya telah berhasil ditembus. Tunnel #11 sendiri saat berhasil ditembus akan memiliki panjang 1,1 kilometer.
Selain menggunakan metode blasting, salah satu tunnel di proyek KCJB, Tunnel #1, telah berhasil ditembus pada pertengahan Desember 2020. Dengan metode Slurry TBM menggunakan mesin bor (Tunnel Boring Machine) terbesar di Asia Tenggara. (mg6/drx)
