oleh

Data Pasien Covid-19 Juga Bocor, Tersangka Diduga Masih Remaja

JAKARTA – Adu kepiawaian teknologi antara hacker pembobol data BPJS Kesehatan dan tim Mabes Polri sedang berlangsung. Hacker yang menggunakan nama Kotz itu berusaha menghilangkan jejak. Namun, polisi lebih canggih. Mereka berhasil mengidentifikasi hacker yang menjual identitas 275 juta warga Indonesia tersebut.

Tim Bareskrim Mabes Polri menemukan beberapa bukti bahwa Kotz diduga seorang remaja berusia 19 tahun. Dia tinggal di luar Jawa. Sumber Jawa Pos di kepolisian menyebutkan, hal itu diketahui setelah Bareskrim berkoordinasi dengan sejumlah pihak dari Rusia dan Singapura.

Baca Juga:  Provinsi Jabar Cetak Rekor Pasien COVID-19 Terbanyak yang Meninggal Dunia Saat Isoman

Koordinasi lintas negara dilakukan karena akun anonymous itu menggunakan IP address dari sana. Koordinasi dengan Rusia, misalnya, diperlukan karena pelaku menggunakan aplikasi Telegram yang berasal dari negara tersebut. ’’Cybercrime itu kejahatan internasional, borderless (tanpa batas, Red),” jelas seorang penyidik.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, hacker itu diketahui tinggal di Indonesia. Penyidik juga mendapatkan foto yang diduga Kotz. ”Wajah telah diidentifikasi dan tinggal di luar Jawa,” paparnya.

Baca Juga:  Dinkes Kota Bandung Akui Banyak Pasien Covid-19 yang Meninggal Saat Isoman

Ada beberapa dugaan terkait Kotz. Salah satunya, Kotz merupakan hacker sekaligus penjual data kependudukan yang dijebol. Dugaan lain, Kotz dan hacker yang membobol data kependudukan itu orang berbeda. Namun, mereka bekerja sama. ”Dugaan paling kuat, pembobol data dan penjualnya orang yang sama,” ujarnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga