oleh

Pelayanan Puskesmas Beji Dinilai Buruk, Begini Tanggapan Praktisi Hukum

DEPOK – Kabar mengenai buruknya sistem layanan kesehatan di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Beji kini tuai banyak sorotan. Tak tunggu lama, beragam komentar pun mulai terlontar ke publik menanggapi berita tersebut.

Praktisi hukum dari Kantor Bantuan Hukum (KBH) Anyelir 3, Kalimulya, Depok Ikhwan Fahrojih, misalnya, mengaku geram setelah mendengar informasi terkait sikap petugas Puskesmas Beji yang enggan mengantarkan salah seorang pasien bernama Jamilah, 44, yang kala itu sedang butuh mobil ambulans milik Puskemas setempat.

Baca Juga:  Belum Ada Keluhan Pelayanan, Lurah Rancaekek Kencana Bandung Prioritaskan Warga yang Butuh Bantuan

“Jelas itu merupakan sikap tak pantas yang semestinya tidak dilakukan oleh petugas kesehatan dalam hal ini pihak Puskesmas Beji. Bagi saya ini bertentangan dengan asas kemanusiaan,” kata Ikhwan kepada Jabar Ekspres, Senin (17/5).

Ia mengatakan, apapun konteksnya, jika itu menyangkut urusan kemanusiaan maka ia harus mendapatkan prioritas dalam hal pelayanan publik. Bukan sebaliknya, birokrasi yang dikedepankan.

“Menurut saya untuk urusan yang bersifat kemanusiaan, apalagi jika itu bersifat darurat maka yang seharusnya dikedepankan adalah aspek kemanusiaan, bukan hal yang bersifat birokrasi,” paparnya.

Baca Juga:  Belum Ada Keluhan Pelayanan, Lurah Rancaekek Kencana Bandung Prioritaskan Warga yang Butuh Bantuan

Selama bergelut dalam dunia hukum, pria yang terkenal idealis dan low profile itu bahkan menyebut dalam urusan hukum pun yang namanya keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang tidak bisa disubtitusikan (dipertukarkan) dengan apapun.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga