Airlangga Hartarto: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Menunjukan Pertumbuhan Membaik

Pada Maret 2021 tercatat penjualan mobil mengalami peningkatan yang tajam yaitu 28,2%, sedangkan penjualan rumah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 39,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyampaikan, Insentif otomotif dan sektor properti akan mendorong industri, kemudian program harga gas US$6 mendorong industri berdaya saing tinggi, program sertifikasi pelaku PDN akan memperluas pasar, dan program neraca komoditas akan memastikan industri memperoleh bahan baku yang dibutuhkan.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diandalkan untuk mendorong pemulihan ekonomi pada 2021, realisasinya sampai 30 April 2021 mencapai Rp155,63 triliun atau 22,3% dari pagu yang sebesar Rp699,43 triliun.

Sedangkan, khusus untuk program Dukungan UMKM telah terealisasi sebesar Rp40,23 triliun atau 20,8% dari pagu sebesar Rp191,13 triliun.

“Realisasi untuk program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp12,8 triliun atau sebesar 88,11% dari pagu yang mencapai 15,36 triliun,” ujar Menteri Koperasi UKM Teten Masduki.

Strategi Utama Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi 2021

Dalam menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional sepanjang tahun ini, pemerintah telah mempersiapkan beberapa strategi utama, antara lain:

  1. Melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai instrumen utama pendongkrak perekonomian pada 2021. Realisasi program PEN hingga 30 April 2021 telah mencapai sebesar Rp155,63 triliun atau 22,3%. Realisasi terbesar berada pada program Perlindungan Sosial sebesar Rp49,07 triliun.
  2. Percepatan Vaksinasi sebagai bagian dari PEN untuk Memulihkan Kepercayaan Konsumsi Masyarakat. Vaksinasi akan diberikan secara gratis untuk mencapai herd immunity dari 181,55 juta penduduk. Tahap 1 vaksinasi sudah dilakukan untuk petugas kesehatan sejak awal Januari 2021. Saat ini, sedang dilakukan vaksinasi tahap kedua untuk lansia dan petugas publik. Pemerintah juga terus memastikan stok dari vaksin.
  3. Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2021 tumbuh lebih tinggi, pemerintah akan terus melanjutkan insentif atas sektor strategis dan beberapa skema insentif lainnya, antara lain:

Relaksasi PPnBM (Ditanggung Pemerintah) untuk industri otomotif;

PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor properti/ perumahan;

Dukungan bagi sektor Hotel, Restoran, Kafe (HOREKA) melalui restrukturisasi kredit dan penjaminan kredit;

Relaksasi Kebijakan Restrukturisasi Kredit Perbankan;

Perluasan Penjaminan Kredit Korporasi berdasarkan PMK-32/2021

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan