oleh

Lansia Kelompok Rentan, Menkes Prioritaskan Vaksin untuk Lansia

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah tetap memprioritaskan vaksin untuk lansia, meski saat ini ada pembatasan suplai vaksin COVID-19.

“Terkait dengan keterbatasan dari suplai vaksin, prioritas mesti kami perjelas. Kami membagi proritas berdasarkan risiko terpapar dan data yang ada di kami menunjukkan dari 1,5 juta yang sudah terpapar (pasien) yang lansia atau yang berusia di atas 60 tahun hanya 10 persen, tapi dari 100 persen yang wafat, lansia itu 50 persen,” kata Budi Gunadi di Kantor Presiden Jakarta, Senin, (5/4).

Artinya, menurut Budi Gunadi, masyarakat berusia lanjut memiliki risiko tinggi bila terpapar COVID-19.

“Kalau kita lihat yang masuk rumah sakit yang wafat untuk non-lansia hanya sekitar 10 persen dari total yang masuk, tapi kalau lansia hampir tiga kali,” ujar Budi Gunadi.

 

Lansia Lebih Rentan

Sementara dari tingkat fatality rate di Indonesia rata-rata 2,78 persen, namun untuk lansia fatality rate-nya justru empat kali lipat.

“Sehingga bapak ibu di atas 60 tahun adalah orang-orang yang paling rentan, paling rawan untuk terkena dan wafat. Oleh karena itu dengan adanya keterbatasan vaksin di bulan April ini, kami arahkan agar vaksin disuntikkan, terutama untuk para lansia,” ucap Menkes.

Untuk sisa vaksin yang masih ada, katanya, akan diberikan kepada guru.

“Karena memang rencananya semua guru akan divaksinasi sampai Juni, supaya Juli kita mulai bertahap bisa sekolah dibuka,” kata Budi Gunadi.

Budi Gunadi juga meminta masyarakat agar tetap menjaga disiplin protokol kesehatan, khususnya saat liburan panjang.

“Jangan sampai ada liburan panjang yang selalu terbukti secara empiris meningkatkan 30-50 persen, bahkan ada beberapa saat sampai 100 persen. Itu kita hindari sehingga rakyat tidak merasa letih kalau kemudian kasusnya naik lagi, kemudian kita harus mengerem kegiatan. Lebih baik kita perlahan-lahan membuka dan menggunakan protokol kesehatan dalam PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) mikro, karena sudah terbukti bisa menjaga laju penularan dan bisa kita kendalikan,” katanya.

Suplai Vaksin Terbatas, Laju Vaksinasi Diprediksi Melambat

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap satu adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang. Termasuk mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga