JAKARTA – Sebenarnya mempunyai anak yang sehat dan cerdas sangatlah penting, selain harapan semua orang tua anak yang sehat dan cerdas sangat berguna agar sang anak bisa tumbuh dengan baik. Menurut dr Stephen Mandang Sp.OG dalam webinar Born Fighter yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-11 NICU Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Jumat (19/3) bahwa untuk mendapatkannya butuh persiapan bukan hanya saat kehamilan atau melahirkan namu harus dilakukan sebelum menikah seperti memeriksakan ke dokter.
Pertama adalah harus melakukan pemeriksaan sebelum menikah penting untuk mengetahui apakah calon orang tua dalam keadaan sehat atau tidak. Dia menyarankan agar perempuan menikah di usia ideal dengan rentang 20-30 tahun dan cukup rentan jika diatas 35 tahun hanya saya dokter biasanya akan memberikan perlakuan lebih ekstra untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Kedua, saat kehamilan para calon ibu harus menjaga berat badannya dengan normalnya naik hanya 12,5 Kg. Kalau kelebihan berat bisa memicu hipertensi. Selain itu, ibu hamil sebaiknya menjalankan gaya hidup sehat. Seperti tidak mengonsumsi alkohol, merokok, dan menghindari kosmetik yang mengundang merkuri.
Baca Juga:Aplikasi bjb LAKU Permudah Akses Layanan Kredit UMKMPolda Metro Tambah 41 Kamera ETLE, Berikut Lokasi Titik Sebarnya
Ketiga, di bawah sepuluh minggu kehamilan harus dijaga ekstra hati-hati. Pada kesempatan sama Dr. dr. Naomi Esthernita Dewanto Sp.A(K) mengungkapkan ketika seorang ibu sudah melahirkan, yang paling utama memberikan nutrisi terbaik untuk bayinya. Sangat disarankan untuk seorang ibu langsung menyusui bayinya begitu dilahirkan. ASI merupakan susu terbaik bagi bayi karena mengandung nutrisi komplit, imunitas, dan faktor pertumbuhan.
Terakhir, sebaiknya ibu hindari melakukan hubungan seksual pada usia trimester pertama kehamilan apalagi ketika ibu mengalami plasenta previa, solusio plasenta, pernah keguguran, rahim terbuka dan pernah melahirkan secara prematur. “Paling penting lagi jangan berhubungan suami istri saat hamil muda terutama bagi yang pernah keguguran,” tegas dokter Stephen. (jpnn)
