oleh

Bawaslu Jabar Klaim Pilkada 2020 Berjalan Lancar

BANDUNG – Komisioner Bawaslu Jabar Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Loly Suhenti mengatakan, ada kekhawatiran pada Pilkada Jabar tahun 2020, yang pertama ialah soal klaster Pandemi Covid-19.

Lalu yang kedua kekhawatiran dari berbagai tahapan proses seperti tidak ada yang sesuai dengan prosedur atau tidak sesuai dengan asas-asas luber-jurdil.

“Kalau dari proses yang (Pilkada Jabar) kemarin sesungguhnya kalau kekhawatiran klaster pilkada, ternyata tidak terjadi. Ini sebetulnya keberhasilan semua orang ya, baik itu penyelenggara, berarti sosialisasi ke masyarakatnya baik,” kata saat dihubungi, Jum’at (4/3).

“Termasuk publik, publik itu ternyata punya kesadaran untuk tetap hadir datang ke TPS, dengan menggunakan protokol kesehatan. Bisa jadi kan, sebenarnya karena ini jarang, tidak akan terjadi pada 10 atau 20 tahun lagi momentum politik ya, nyoblos di era pandemi, orang akhirnya tetap malah tertarik,” lanjutnya.

Loly menjelaskan bahwa klaim tersebut berdasarkan data yang dihimpun oleh Bawaslu Jabar dari 8 Kota/Kabupaten yang melaksanakan Pilkada. Diketahui, angka partisipasi pemilihnya naik.

“Angka tertinggi adanya di Pangandaran dengan angka partisipasi 83 persen. Jadi semuanya itu naik. Klaster pilkada, kemudian bisa kita antisipasi dan itu berhasil,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga