oleh

Sekjen MUI Sebut Deteksi Dini Radikalisme Bisa dengan Libatkan Ulama

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Dr H Amirsyah Tambunan MA mengatakan ulama dapat dilibatkan dalam melakukan deteksi dini radikalisme dan kekerasan.

 

Amirsyah di Jakarta, Rabu, (27/1), mengatakan terorisme selain sebagai aksi kekerasan, harus juga dipahami bahwa hal tersebut juga dapat mempengaruhi siapapun untuk melakukan tindakan kekerasan.

 

“Upaya untuk mendeteksi rencana aksi hingga paham dan gerakan yang dapat menginfiltrasi di masyarakat juga harus dilakukan, sehingga diperlukan deteksi dini terhadap radikalisme dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk ulama,” katanya, dilansir dari Antara.

 

Amirsyah mengatakan peran ulama diperlukan dalam kehidupan beragama dan untuk melindungi umat dari paham-paham tersebut.

 

”Ulama harus bisa mengajak umat agar senantiasa menjadikan Islam sebagai agama untuk mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam dan bukannya mengedepankan kekerasan,” ujar Amirsyah dalam keterangan tertulis.

 

Ia mengatakan bahwa ulama juga harus mengerti tentang pentingnya himayatul ummah dalam berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, menurut dia, ketika ada suatu masalah pada bangsa ini, umat juga harus menjaga negara (himayatuddaulah).

 

Menurut dia, ulama harus memberikan contoh kepada umat agar tidak sampai terpengaruh oleh ekstremisme kekerasan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.