oleh

Nakes di Cimahi Diguyur Insentif

CIMAHI – Realisasi penerimaan insentif yang diterima para tenaga kesehatan di Kota Cimahi mencapai Rp. 13.789.760.368. Insentif tersebut diperuntukan bagi tenaga kesehatan yang menangani Corona Virus Disease (Covid-19).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dikke Suseno Isako mengatakan, insentif tenaga kesehatan di Kota Cimahi itu diterima sejak Maret hingga Oktober 2020. Jumlah penerima setiap bulannya berbeda-beda.

”Yang sudah dicairkan itu untuk bulan Maret sampai Oktober 2020,” kata Dikke saat dihubungi, Minggu (10/1).

Anggaran pemberian insentif untuk tenaga kesehatan bersumber dari Dana Alokasi Fisik (DAK) atau Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari pemerintah pusat.

”Anggarannya dari BOK pusat,” ucapnya.

Dikke menjelaskan, anggaran yang sudah cair tersebut hanya untuk tenaga kesehatan di Dinas Kesehatan yang menangani Covid-19, 13 Puskesmas dan RSUD Cibabat. Untuk rumah sakit lainnya yang melayani pasien Covid-19 pencairannya dilakukan secara mandiri.

”Saya bayarkan yang Dinkes, Puskesmas sama RSUD,” tuturnya.

Kebijakan pemberian insentif terhadap tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan virus korona tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/Menkes/392/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Covid-19.

Dikjelaskannya, untuk besaran insentifnya dibedakan antara tenaga medis yang bekerja di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 dan tenaga medis di fasilitas kesehatan lainnya seperti Puskesmas sesuai yang tertera dalam Kepmenkes.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga