Pedagang Pasar Tagog Padalarang Bongkar Paksa Pintu TPBS

Pedagang Pasar Tagog Padalarang Bongkar Paksa Pintu TPBS
SEPI PEMBELI: Pedagang pasar Tagog Padalarang membongkar paksa Tempat Pedagang Berjualan Sementara di blok koneng, Jalan Gedong Lima, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/12).
0 Komentar

PADALARANG – Pedagang pasar Tagog Padalarang membongkar paksa Tempat Pedagang Berjualan Sementara (TPBS) di blok koneng, Jalan Gedong Lima, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/12).

Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan pengembang PT Bina Bangun Persada yang menutup akses jalan belakang pasar TPBS.

Enung (50) seorang pedagang di TPBS mengatakan, sejak menempati pasar sementara, para pedagang kesulitan mendapat konsumen.

Baca Juga:Pojok NJP Ngubaran Ajak Move On di 2021Bandung Masih Pertimbangkan KBM Tatap Muka

Mereka menduga sepinya pengunjung lantaran akses konsumen dari pintu belakang ditutup. Mereka juga sudah beberapa kali menyampaikan hal ini pada pemerintah dan pengembang.

“Pintu belakang ditutup itu sepi pengunjung, kita sudah beberapa kali keluhkan itu kepada pihak PT Bina Bangun Persada dan pemerintah tapi tidak didengar juga, makanya kita demo,”ujar Enung, (29/12).

Menurut dia, dampak ditutupnya akses jalan dari belakang TPBS membuat angkutan umum dan kendaraan pribadi roda empat sulit untuk masuk. Sehingga membuat konsumen urung berbelanja di TPBS.

“Sudah masuk dp 30% juga ditambah ada karcisnya juga. Jadi pintu gerbang belakang ini harus dibuka, kalo tidak ini semua bisa dibongkar oleh pedagang,”tegasnya.

Pedagang lainnya, Rizki (30) menilai Pemerintah  Bandung Barat seharusnya tanggap pada keluhan dan keinginan pedagang. Pembongkaran paksa tidak akan terjadi jika pemerintah dan pengembang menuruti harapan pedagang.

“Harusnya pemerintah bisa menengahi masalah ini agar para pedagang nyaman. Ini kan klimaksnya pedagang karena tuntutan mereka tidak didengar,” katanya.

Hal berbeda dikemukakan Dewi (45) seorang pedagang di pasar Curug Agung, ia mengaku tidak setuju jika akses pintu belakang TPBS dibuka. Pihaknya mengancam tidak akan membayar retribusi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat jika akses jalan belakang TPBS dibuka.

Baca Juga:Klaster Keluarga Cukup Tinggi, Dinkes Sebut Silaturahmi Jadi SebabTangkal Rabies Lewat Vaksin

“Kami sebagai pedagang Curug Agung yang berhadapan langsung dengan TPBS Gedong Lima tidak akan membayar retribusi jika pintu itu dibuka,” tandasnya. (bbs/bam)

0 Komentar