Meski menamatkan SMA-nya di sekolah Katolik Manado, Andrei tetap ikut agama orang tuanya: Konghucu. Tiap bulan purnama Andrei ke kelenteng Ban Hin Kiong yang di pusat kota itu. Yang terkenal sebagai ”Kelenteng Berdewa”.
Tidak setiap Imlek dewa di situ mau memberkati jemaatnya. Tergantung firasat yang didapat suhu di situ. Maka setiap menjelang Imlek orang Tionghoa menunggu berita dari Manado: dewanya akan keluar atau tidak.
Begitu ada pengumuman sang dewa akan keluar, Manado kebanjiran manusia. Dari berbagai kota di Indonesia. Tahun lalu ada yang dari Medan. Bahkan dari Singapura, Taiwan dan Hongkong. Saya beberapa kali ke kelenteng itu –sayangnya tidak pas lagi ada dewannya.
Baca Juga:ePaper Jabar Ekspres Edisi Sabtu, 12 Desember 2020Dukung UMKM Lokal, GrabExpress Hadirkan #ExpressBisa Permudah Pengiriman Barang
Banyak pejabat yang mempermalukan agama dan partainya. Agama apa saja. Partai mana saja. Kecuali agama Konghucu –karena baru kali ini orang Konghucu mendapat ujian berat: menjadi pejabat publik.(*)
