oleh

Retensi Belum Jadi Solusi

BANDUNG – Kolam retensi menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Namun jumlah kolam retensi di Kota Bandung yang masih terbilang sedikit belum mampu menghalau banjir saat musim penghujan datang.

Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi memperbanyak kolam retensi dapat menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi bencana banjir.

”Melalui kolam retensi diperbanyak cuman kondisi lahan di kita juga terbatas ada yang lahannya cukup bagus tapi sudah ada bangunannya dan soalnya bukan milik pemerintah sehingga kita kesulitan untuk mendapatkan lokasi yang diharapkan bisa dijadikan kolam retensi,” ujarnya saat dihubungi, Senin (26/10).

Baca Juga:  Kalangan DPR Kecam Kepala Daerah Tak Dukung Kebijakan Larangan Mudik

”Kita kesulitan mendapatkan lokasi yang diharapkan bisa dijadikan kolam retensi. Sehingga upaya-upaya yang lain lebih sistematis perlu dilakukan,” sambungnya.

Yudi mengaku, Minggu 24 Oktober 2020, dirinya mendapat laporan banjir yang terjadi di Bandung. Pada hari itu ada 21 titik banjir dan genangan di 4 wilayah, mulai Bojonegara di atas, kemudian kewilayah selatan dan barat di  Tegalaga, Ujungberung dan di daerah Bojongloa Kidul karna ada proyek KCIC yang membuat saluran tetutup.

Baca Juga:  Mimpi Marc Klok Belum Tercapai saat Lawan Persib

”Sebetulnya untuk mengantisipasi saya sudah minta dinas terkait DPU kota Bandung juga berkordinasi nanti dengan dinas penanggulan bencana, Diskar termasuk dengan Satpol PP karna bukan soal debit air yang tinggi dan menyempit saluran-saluran sungai kita,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga