oleh

Okupansi Hotel di Pangandaran Anjlok 40 Persen

BANDUNG – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta berdampak besar terhadap sektor pariwisata di Jawa Barat (Jabar). Salah satunya tingkat okupansi hotel di Pangandaran yang anjlok 40 persen.

Divisi Promosi dan Humas PHRI, Abi Kuswanto menyebutkan, sebelum adanya statmen pemberlakuan PSBB Jakarta okupansi hotel di Pangandaran dalam kondisi bagus.

Namun, kata dia, setelah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengumumkan PSBB pada 14 September okupansi hotel mengalami penurunan drastis hanya dalam waktu 3 hari terhitung dari 12-14 September 2020.

“Kalau untuk Pangandaran, sebetulnya sampai dengan kemarin 12 September itu okupansi bagus, sebelum ada statmen dari pak Anies adanya PSBB di Jakarta,” kata Abi saat dihubungi di Bandung, Senin (21/9).

“Jadi kalau belum ada statmen PSBB itu bisa nyampai secara rata-rata 60-65% bisa masuk. Nah, setelah ada informasi ini okupansi nurun sekarang tinggal 20% mulai hari ini,” tambahnya.

Menurut Abi, hal tersebut karena tamu yang dari Bandung itu adalah dari Jakarta. Dan di Jawa Barat sendiri ada 3 wilayah yang dibatasi seperti Bogor, Bekasi, dan Depok.

Sehingga, lanjut dia, banyak wisatawan yang membatalkan atau cancel hotel yang menimbulkan penurunan okupansi. “Itu ternyata memberikan efek kepada Pangandaran. Ini yang wisatawan tanggal 13 kemudian 14 sudah mulai mungkin karena ada rasa paranoid terhadap pandemi ini, akhirnya mulai pada cancel,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga