oleh

Oded Pastikan Tak Akan Belakukan PSBB

Kendati telah resmi mengumumkan untuk memperketat AKB, masyarakat yang berasal dari luar Kota Bandung masih bebas untuk keluar masuk tanpa harus menyertakan hasil rapid test.

”Warga luar Bandung masih diperbolehkan, selama menggunakan protokol kesehatan. Tidak diwajibkan membawa hasil rapid test. Semua sektor berjalan seperti biasa, hanya saja diperketat,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, selama ini tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung telah melakukan penindakan terhadap 457 pelanggar yang mayoritas tak menggunakan masker.

”Ada juga yang melanggar ketentuan waktu operasional yang dilakukan oleh kegiatan usaha. Maka, saya kembali ingatkan bahwa Covid-19 masih ada dan semakin dekat. AKB bukan berarti virus mati, justru kita harus memperketat diri,” ungkap Oded.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19, Oded mengatakan Dinas Kesehatan Kota Bandung sudah melakukan uji usap (swab test) sebanyak 22.928 pengetesan, atau 0,92% dari jumlah penduduk.

”Kami tidak ingin terjadi fenomena gunung es di Kota Bandung. Jadi, meskipun berkonsekuensi meningkatkan angka kasus, kami terus akan melakukan testing kepada penduduk. Untuk ASN ini kita targetkan sampai 3.100 pengetesan (saat ini sudah 2.631 pengetesan),” pungkasnya.(mg7/ziz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.