oleh

Bekasi Bersiap ‘Semi Lockdown’

CIKARANG – Kabupaten Bekasi, bakal kembali memberlakukan kebijakan ‘semi lockdown’ atau pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK).

Hal ini seiring tingkat penularan covid di Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya masih tinggi.

Terlebih, DKI Jakarta memutuskan untuk menarik rem dengan penerapan PSBB secara total.

Dari laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (Pikobar) kasus positif aktif di Jawa Barat paling banyak terdeteksi di Kota Bekasi dengan 1177 kasus, kemudian disusul Kota Depok (1144 kasus), Kabupaten Bekasi (840 kasus), Kabupaten Bogor (648 kasus), dan Kota Bogor (354 kasus).

Baca Juga:  Polsek Jatinangor Ramai Turun ke Jalan, Bukan Razia Tapi Berbagi Takjil Jumat Berkah

Informasi yang dihimpun Cikarang Ekspres, para kepala daerah Bodebek membahas penerapan PSBB/PSBMK bersama Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Dalam rapat tersebut, baru membahas perkembangan kasus tiap daerah.

Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, menyebutkan sejak adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ada 18 daerah yang memberlakukan. Namun hingga saat ini hanya ada 7 daerah yang masih memberlakukan PSBB.

Baca Juga:  KPK Selidiki Dugaan Aliran Dana Banprov dari Provinsi Jabar ke Kabupaten Indramayu

Adapun 18 daerah awal yang melakukan PSBB di antaranya 2 provinsi dan 16 kabupaten/kota.

“Dari awal ada 18 daerah yang melaksanakan PSBB, yaitu terdiri dari 2 provinsi DKI Jakarta dan Sumatera Barat dan 16 kabupaten/kota, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Tangsel, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Pekanbaru, Kota Makassar, Kota Tegal, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cimahi,” ungkap dia dalam siaran langsung yang disiarkan akun YouTube Satpres, kemarin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga