oleh

Kebijakan New Normal Menyesuaikan Kebijakan Protokol Kesehatan

Oleh :AlfisyahKumalasari )*

New Normal bisa dikatakan sebuah keniscayaan, karena masyarakat perlu melanjukan aktivitasnya meskipun dengan budaya dan prilaku yang berbeda dari massa sebelumnya. Pemerintah juga menyatakan bahwa kebijakan ini tidak asal-asalan, karena ada faktor saintifik yang melandasinya.

Rencana penerapan new normal di Indonesia, tentu akan berdampak pada sejumlah kegiatan yang sebelumnya dihentikan atau dibatasi bakal dibuka kembali dengan sejumlah aturan. Aktifitas tersebut termasuk kegiatan perekonomian seperti di pusat perbelanjaan hingga tempat ibadah.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan pembukaan tempat ibadah hingga aktifitas ekonomi yang dimaksud dilakukan melalui tahapan yang ketat. Ia memastikan pembukaan fasilitas tersebut menggunakan data-data keilmuan.

Hingga saat ini memang belum semua wilayah di Indonesia bisa dikendalikan. Oleh sebab itu pemerintah berniat ingin membuka fasilitas yang sebelumnya ditutup atau dibatasi tentunya dengan melihat angka-angka kurva. Sehingga keputusan ini akan ditetapkan sesuai dengan data keilmuan yang ketat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta agar protokol kesehatan yang ketat untuk terus diterapkan, sehingga tatanan normal baru akan dapat diterapkan ke semua sektor dan wilayah.

Pada kesempatan berbeda, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan sekolah akan kembali beroperasi pada awal tahun ajaran baru 2020/2021 nanti.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga